Breaking News:

Lampung Selatan

Disparbud Kabupaten Lampung Selatan Bentuk P2LS, Wadah bagi Penggiat Parawisata

Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan membentuk wadah Penggiat Pesona Lampung Selatan (P2LS).

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Kadisparbud Lampung Selatan Mulyadi Saleh. Disparbud Kabupaten Lampung Selatan Bentuk P2LS, Wadah bagi Penggiat Parawisata. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan membentuk wadah Penggiat Pesona Lampung Selatan (P2LS).

Wadah ini untuk menjebatani pengelola wisata dengan pemerintah. Wadah untuk saling berkordinasi stakeholder.

Kadisparbud Kabupaten Lampung Selatan Mulyadi Saleh mengatakan, pada tahun 2022 akan ada 3 inovasi yang akan dilakukan pihaknya. Satu diantaranya membentuk P2LS.

Dikatakannya, hasil dari kunjungan kerja ke Banyuwangi beberapa waktu lalu, pihaknya beberapa masukan.

Seperti, harus ada komitmen dalam pengembangan sektor parawisata. Kemudian, pengembangan sektor parawisata haruslah terintegrasi.

Baca juga: Kabupaten Lampung Selatan akan Miliki 260 Destinasi Wisata Unggulan di Setiap Desa dan Kelurahan

“Penanganan Pariwisata harus ada komitmen. Penanganan Pariwisata harus terintegerasi. Tidak hanya dapat dilakukan oleh Dinas Pariwisata. Setiap stake holder, setiap penggiat wisata punya tanggung jawab untuk itu," kata Mulyadi, Rabu (12/1/2022).

Mulyadi menegaskan, pihaknya kemudian menggandeng dinas PMD, Dinas Koperasi dan UMKM, Diskominfo, Bappeda dan juga Sat Pol PP untuk duduk bersama membahas rencana pengembangan sektor parawisata daerah.

“Akhirnya terbentuk lah penggiat pesona Lampung Selatan (P2LS)," ujar dirinya.

Dikatakannya, P2LS disusun dalam sebuah Perbup. Tujuannya untuk menjembatani antara pengelola tempat wisata dengan pemerintah.

"Sebagai contoh beberapa hari lalu kita datang ke beberapa tempat wisata. Kita ngobrol dengan pihak pengelola.”

Baca juga: PLN Lampung Programkan 8 Desa di Tanggamus Teraliri Listrik hingga Bedah Rumah

“Mereka punya kendala dengan aparat setempat dengan pemilik lahan. Kita jembatani supaya akses masuk dan akses keluar dapat digunakan secara bebas.”

“Tapi pemilik lahan ngomong, jaga dong kebersihannya. Lalu kita temui lagi nih kelompoknya, agar tempatnya dibersihkan," katanya.

Menurut Mulyadi, dari kondisi yang ada di lapangan, disadari perlunya satu wadah yang dapat menjembatani antara pemilik usaha, penggiar usaha, investor dan juga pemerintah dalam pengembangan parawisata ke depan.

“Itulah fungsinya P2LS, jadi perantara," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved