Breaking News:

Lampung Selatan

Tokoh Adat di Lampung Selatan Bantah Pernyataan AMHLS saat Aksi di Kantor KPK

Aksi AMHLS di Kantor KPK dengan mengatasnamakan masyarakat adat menuai bantahan. Tokoh adat memberikan tanggapan.

Dok. Pemkab
Tokoh Adat bantah pernyataan aksi Aliansi Masyarakat Hanggum Lampung Selatan (AMHLS) di kantor KPK di Jakarta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Hanggum Lampung Selatan (AMHLS) di halaman Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta dengan dengan mengatasnamakan masyarakat adat menuai bantahan.

Bantahan disampaikan oleh Pangikhan Tihang Makhga Sai Batin Marga Legun Kebandakhan Kesugihan, Azhar Marzuki.

Juga oleh Tumenggung Nimbang Makhga Legun Kebandakhan Way Urang, Sopiyan. Pangikhan Punyimbang Agung Sai Batin Makhga Rajabasa, David Merison.

Dan, Pangikhan Naga Bringsang V Sai Batin Makhga Dantaran, Ahmad Fajirin serta Panglima Sindang Kunyaiyan Batin Jaksa Zamroni.

Mereka mengatakan, aksi demo yang dilakukan didepan kantor KPK tersebut merupakan murni sebuah gerakan dari lembaga-lembaga tertentu, tidak ada campur tangan masyarakat adat.

Baca juga: Ruas Jalan Provinsi di Pringsewu Becek dan Berkubang

Terkait aksi unjuk rasa di depan Kantor KPK tidak ada keterlibatan ataupun mengutus perwakilan secara adat khususnya adat di Lampung Selatan.

“Justru, kami warga adat sangat mendukung penuh program pembangunan Buati Lampung Selatan," Tegas Pangikhan Tihang Makhga Sai Batin Marga Legun Kebandakhan Kesugihan, Azhar Marzuki, kepada sejumlah wartawan di Lamban Marga Legun Kebandakhan Kesugihan, Kamis (13/1/2021).

Ditambahkan oleh Tumenggung Nimbang Makhga Legun Kebandakhan Way Urang Sopiyan, jika ada segelintir orang yang termasuk warga adat yang mengikuti aksi itu, dipastikan seseorang itu bergerak atas inisiatif personal.

"Dari aksi tersebut, kami juga tidak dapat intervensi kepada rekan-rekan yang ada disana. Sebab, menyatakan hak dimuka umum memang dilindungi oleh undang-undang.”

“Tapi, jika ada potensi gejolak di masyarakat dengan adanya aksi tersebut, maka kami berhak ambil tindakan," ujarnya.

Baca juga: Petani di Tanggamus, Yatmi Sudah Lima Tahun Geluti Usaha Pembibitan Sayur

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved