Breaking News:

Korupsi Dana BOS di Lampung Tengah

Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS di Disdik Lampung Tengah, Tersangka Palsukan Tanda Tangan

Modus pelaku ER dalam kasus dugaan korupsi BOS afirmasi di Dinas Pendidikan Lampung Tengah dengan memalsukan tanda tangan.

Penulis: syamsiralam | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Syamsiralam
Polres Lampung Tengah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dana BOS di Dinas Pendidikan Kabupaten setempat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Modus pelaku ER dalam kasus dugaan korupsi BOS afirmasi di Dinas Pendidikan Lampung Tengah dengan memalsukan tanda tangan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas menjelaskan, tanda tangan palsu yang dilakukan ER terhadap penerimaan barang yang seharusnya ditandatangani oleh kepala sekolah dan bendahara sekolah.

"Patut diduga pelaku ER ini perannya yakni melakukan tanda tangan fiktif (kepala sekolah dan bendahara) untuk memuluskan pengadaan barang tersebut," kata Edy Qorinas, Jumat (14/1/2022).

Dikatakan Edy, dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim ahli, barang yang diberikan oleh ER kepada sekolah penerima tidak sesuai spek (tidak sesuai kualitasnya).

"Sehingga, dari hasil perbuatan oleh pelaku ER ini, berdasarkan audit, negara mengalami kerugian Rp 4,6 miliar," ujar Edy.

Baca juga: BREAKING NEWS Polres Lamteng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS di Dinas Pendidikan

Menurut Edy, untuk sampai menetapkan pelaku ER dan RY sebagai tersangka, pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan yang panjang, mulai dari 2021 hingga baru ditingkatkan menjadi penyidikan di awal 2022 ini.

Dua pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lampung Tengah, yakni ER sebagai rekanan dan direktur CV Romero, serta RY yang pada saat itu menjabat Kabid Dikdas Disdik Lampung Tengah.

Polres Lamteng Tetapkan Dua Tersangka.

Polres Lampung Tengah menetapkan dua orang sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan dana BOS Kinerja pada satuan pendidikan dasar dan menengah di Dinas Pendidikan Lampung Tengah tahun anggaran 2019.

Dua tersangka yang ditetapkan yakni RY (59), warga Kecamatan Terusan Nunyai dan ER (43), warga Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.

Baca juga: Bandar Lampung Diguncang Gempa, Personil Polisi dan Staff Bergegas Keluar Gedung Mapolresta

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, kerugian negara mencapai Rp 4,6 miliar.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kompol Dennis Arya Putra mewakili Kapolres AKBP Oni Prasetya menerangkan, RY merupakan mantan Kepala Bagian Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Lamteng tahun 2019 lalu.

Sementara pelaku ER merupakan seorang rekanan. Dirinya merupakan direktur dari CV Romero yang saat itu menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Lampung Tengah dalam pengadaan komputer sekolah.

"Keduanya (pelaku RY dan ER) saat ini masih dilakukan penahanan dan pemeriksaan lebih lanjut dari penyidik Satreskrim Polres Lamteng," kata Kompol Dennis Arya Putra.

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved