Breaking News:

Korupsi Dana BOS di Lampung Tengah

Kasus Korupsi Dana BOS di Disdik Lampung Tengah, Tersangka RY Menyalahgunakan Wewenang

Peran pelaku RY dalam dugaan kasus dugaan korupsi dana BOS senilai Rp 4,6 miliar di Dinas Pendidikan Lampung Tengah, bersangkutan menyalahi wewenang.

Penulis: syamsiralam | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Syamsiralam
Polres Lampung Tengah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dana BOS di Dinas Pendidikan Kabupaten setempat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Peran pelaku RY dalam dugaan kasus dugaan korupsi dana BOS senilai Rp 4,6 miliar di Dinas Pendidikan Lampung Tengah, yakni yang bersangkutan menyalahgunakan wewenang.

RY pada saat kasus tersebut bergulir, merupakan Kepala Bagian Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) di Disidik Kabupaten Lampung Tengah.

"Peran pelaku RY pada saat itu yang bersangkutan menyalahgunakan wewenangnya (sebagai Kabid Dikdas Disdik Lamteng)," ungkap Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, RY meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk menerima apa yang menjadi perbutan pelaku ER (membenarkan tandatangan palsu, serta menerima barang tidak sesuai spek).

"Tindak pidana konspirasi korupsi (antara pelaku ER dan RY) bisa berlangsung dan terlaksana, karena yang memiliki wewenang yakni pelaku RY untuk memerintahkan kepala sekolah yang mendapatkan bantuan dari total 165 sekolah," ujar Edy.

Baca juga: BREAKING NEWS Polres Lamteng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS di Dinas Pendidikan

Dikatakan Edy, kerugian negara dari kegiatan dana BOS yang bersumber dari APBN di 165 sekolah di Lampung Tengah, berdasarkan dari audit BPKP lebih kurang Rp 4,6 miliar.

Palsukan Tanda Tangan

Modus pelaku ER dalam kasus dugaan korupsi BOS afirmasi di Dinas Pendidikan Lampung Tengah dengan memalsukan tanda tangan.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas menjelaskan, tanda tangan palsu yang dilakukan ER terhadap penerimaan barang yang seharusnya ditandatangani oleh kepala sekolah dan bendahara sekolah.

"Patut diduga pelaku ER ini perannya yakni melakukan tanda tangan fiktif (kepala sekolah dan bendahara) untuk memuluskan pengadaan barang tersebut," kata Edy Qorinas.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS di Disdik Lampung Tengah, Tersangka Palsukan Tanda Tangan

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved