Berita Terkini Nasional

Ibu dan Anak Tewas di Lubuklinggau, Polisi Curigai Yogurt dan Susu di Dekat Jasad Korban

Ibu dan anak meninggal dunia di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Polisi menemukan benda mencurigakan berupa yogurt dan susu kemasan

TRIBUN MEDAN/M FADLI
ILUSTRASI. Ibu dan anak meninggal dunia di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Polisi menemukan benda mencurigakan berupa yogurt dan susu kemasan di dekat jasad korban. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LUBUKLINGGAU - Ibu dan anak meninggal dunia di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Polisi menemukan benda mencurigakan berupa yogurt dan susu kemasan di dekat jasad korban.

Ibu dan anak meninggal bernama Yusro (60) dan Delta Promita (25) ditemukan sudah tergeletak meninggal dunia oleh suami korban Masrin (57) saat pulang dari bekerja sebagai buruh bangunan.

Diduga kuat, ibu dan anak di Lubuklinggau tewas setelah mengkonsumi yogurt dan susu kemasan tersebut.

Polisi juga menemukan satu korban lainnya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah meminum minuman kemasan yang sama dengan kedua korban.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kasatreskrim AKP M Romi menjelaskan, korban yang kini menjalani rawat jalan adalah teman sekolah Delta.

Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Bertumpuk di Kamar Mandi, Korban Sempat Minta Siapkan Mobil

Delta memberikan minuman kemasan miliknya pada seorang temannya di sekolah yang kemudian diminum di rumah. 

"Ketika dicicip panas, langsung dimuntahkan. Sempat dibawanya ke rumah sakit tapi sekarang baru sebatas rawat jalan, nanti akan kami introgasi juga," ungkap Romi pada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Polisi terus mendalami teka-teki penyebab meninggalnya Ibu dan anak Yusro (60) dan anaknya Delta Promita (25) di dalam rumahnya, Kamis (20/1/2022) sore.

Keduanya ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya Perumahan Griya Mesat Sejahtera, RT 02, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau Sumsel.

Ibu dan anak ini ditemukan sudah tergeletak meninggal dunia oleh suami korban Masrin (57) saat pulang dari bekerja bangunan.

Baca juga: Update Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Ada Sosok yang Kerap Keluar Masuk Malam Hari

Dalam penyelidikan kasus ini polisi mengamankan minuman kemasan yogurt dan susu.

Saat ini polisi terus menggali informasi dari mana asal minuman kemasan yang diduga diminum oleh kedua korban hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia.

Bahkan polisi membenarkan akibat dari minuman tersebut, satu orang lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah meminum minuman kemasan yang sama dengan kedua korban.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kasatreskrim AKP M Romi membenarkan saat di sekolah Delta sempat memberi temannya minuman, minuman itu baru diminum temannya ketika sampai di rumah.

Namun saat diminum temannya langsung merasa dadanya panas dan dilarikan ke rumah sakit.

"Ketika dicicip panas langsung dimuntahkannya sempat dibawanya ke rumah sakit tapi sekarang baru sebatas rawat jalan, nanti akan kami introgasi juga," ungkap Romi pada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Romi menegaskan  terkait barang bukti minuman itu, sebagai tindak lanjutnya akan dibawa ke laboratorium untuk mengetahui hasilnya.

"Tapi karena kita belum punya jadi belum diketahui, secepatnya akan kita kirim ke lab dari lab itulah bisa diketahui hasilnya,"  ujarnya.

Lanjutnya, bila kedepan memang ada dugaan berkaitan dengan bekas minuman itu pasti akan di tindak.

Hasil analisa luar semalam barang itu sudah diamankan dilihat dari masa berlaku belum Kadarluarsa.

"Dari tiga minuman yang ditemukan itu semuanya sudah diminum dan ada satu yang masih tersisa sedikit, tapi untuk minuman masih tersisa jenisnya belum tahu," ujarnya.

Pihak Keluarga Tolak Otopsi

Romi menyampaikan sejak awal sudah melakukan tindakan kepolisian, artinya ketika mendapat informasi adanya temuan itu pihaknya langsung mendatangi TKP.

"Kita membawa korban ke rumah sakit dari kemarin secara fisik berdasarkan hasil otopsi luar keterangan dokter tidak ada luka kekerasan, kami sampai pukul 24.00 WIB," ungkapnya.

Ketika pihak reskrim kembali bertanya kepada keluarga apakah ingin tahu penyebab kedua korban meninggal dunia, namun keluarga korban sejauh ini menolak.

Padahal untuk menemukan penyebab selain luka luar harus melakukan otopsi, saat keluarga sudah lengkap, termasuk keluarga dan anak-anaknya semuanya sudah hadir.

"Tapi suami dari korban begitu kami menyampaikan maksud kami (otopsi) tapi pihak keluarga belum bersedia," ujarnya.

Siang Masih Sehat 

Yan tetangganya para korban mengungkapkan sebelum kejadian Kamis siang suaminya Masrin pulang ke rumah dan bertemu istrinya dalam keadaan sehat.

"Selama ini Masrin itu kerja bangunan, siang hari pulang makan, saat pulang bertemu istrinya," ungkap Yan pada Tribunsumsel.com.

Saat pulang makan Masrin dibukakan pintu oleh istrinya, saat bertemu istrinya Masrin tak menaruh curiga karena memang Yusro sehat dan tidak ada keluhan apa pun.

Namun, saat pulang makan siang itu Masrin tidak bertemu dengan anaknya, karena saat itu anaknya sedang mengajar di sebuah sekolah swasta di Kota Lubuklinggau.

"Mereka itu tinggal bertiga, Masrin itu tukang bangunan, istrinya Yusro ibu rumah tangga, sementara Delta guru, disini dipanggil mis Delta," ungkapnya.

Yan mengatakan kerap melihat Delta pulang sekolah sekira pukul 14.00 Wib sementara Masrin pulang dari bekerja pukul 17.00 Wib karena Masrin dan Yan kerap berpapasan saat pulang bekerja.

"Menurut cerita dari mulut ke mulut saat pulang sekolah itu Delta membawa minuman itu, karena memang selama ini minuman itu kerap diminum istri Masrin," ujarnya.

Yan pun cukup kaget ketika mendengar Masrin berteriak minta tolong warga dan mengatakan anaknya dan istrinya meninggal dunia, sementara didalam rumahnya ditemukan minuman tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumsel.tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved