Advertorial

Alzier Dianis Thabranie Bersedia Jadi Penasehat Khusus Edy Irawan

Tokoh Politisi senior Alzier Dianis Thabranie bersedia menerima lamaran Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief untuk menjadi Penasehat.

Tayang:
Penulis: Advertorial Tribun Lampung | Editor: Hanif Mustafa
Advertorial
Tokoh Politisi senior Alzier Dianis Thabranie bersedia menerima lamaran Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief untuk menjadi Penasehat 'Super' Khususnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Tokoh Politisi senior Alzier Dianis Thabranie bersedia menerima lamaran Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief untuk menjadi Penasehat 'Super' Khususnya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Alzier disela-sela rapat persiapan pelantikan kepengurusan DPD Demokrat Lampung di Kantor DPD Demokrat Lampung, Jumat (4/2/2022).

"Orang tua saya dan Pak Edy Irawan itu bersahabat sejak lama. Rasanya tidak mungkin saya menolak ajakan adik saya ini," kata Alzier di depan para pengurus Partai Demokrat Se-lampung.

Edy memohon empat hal kepada Alzier.

Pertama, meminta kesediaan Alzier nyaleg DPR RI agar perolehan kursi DPR RI Partai Demokrat naik jadi tiga kursi.

Kedua meminta strategi khusus dalam pemenangan Pilgub 2022.

Ketiga bisa membantu menenangkan dalam Pileg dan Pilpres 2024.

Terakhir, meminta saran agar pengelolaan DPD Partai Demokrat Lampung yang terbaik di Indonesia.

Alzier menuturkan, kesediaannya menjadi penasehat khusus Edy Irawan bukan karena kepentingan politik semata.

Namun, kata dia, salah satu sebabnya karena ikatan batin turun temurun.

"Ini urusan batin bukan bicara partai saja, ayah saya keluarga saya dekat dengan keluarga adinda Edy Irawan," ujar Alzier.

Alzier mengaku banyak tawaran dari partai-partai lain kepada dirinya untuk bergabung, namun dia menolak.

"Banyak partai lain yang meminta saya, tapi saya gak mau. Cuma untuk Edy dan Demokrat. Ini hadiah untuknya sebagai ketua terpilih DPD Demokrat Lampung," ungkap Alzier.

Alzier juga berpesan kepada Edy, agar berhati-hati dalam menjadikan seseorang jadi pengurus.

Harus benar benar militan. Tidak berfikir untuk dirinya sendiri.

"Jangan sampai pungli. Rampung lalu. Saya sudah pengalaman. Menjadikan orang susah jadi anggota Dewan. Dari naik bis, saya jadikan ketua partai, anggota DPRD. Setelah itu lupa," sindir Alzier.

Dia juga memberikan saran untuk selektif dalam menentukan kepengurusan 15 DPC Kabupaten/Kota.

Salah satunya, harus mampu bersinergi dengan pemerintah setempat.

"Jadi harus benar-benar sesuai dan bisa mengelola partai dengan baik, harus benar-benar dilihat ketua-ketua DPD nya , orang-orang yang akan dijadikan calon bupati dan anggota DPRD jangan sampai dia lali (lupa)," kata Alzier.

Dia pun optimistis perolehan suara Demokrat 2024 akan naik.

Itu mengingat banyaknya tokoh-tokoh politik yang bergabung di kabinet Edy Irawan.

Seperti, Mantan Wali Kota Metro Dua Periode Lukman Hakim, Mantan Bupati Lampung Tengah Andi Achmad, Mantan Bupati Pesawaran Aris Sandi, Mantan politisi Golkar Kherlani, Mantan Anggota DPRD Provinsi Lampung Imam Santoso, dan sejumlah tokoh lainnya.

"Saya yakin Demokrat akan menanh dan besar," sebut Alzier.

Terkait Pemilu dan Pilkada 2024, Alzier siap menyumbangkan pikiran dan konsep politiknya untuk memenangkan partai Demokrat.

"Banyak konsep saya untuk membuat partai ini menang, saya sudah pengalaman ketua Golkar tiga periode itu tidak gampang kalo bukan konsep yang bagus," jelas Alzier.

Disinggung, terkait kesiapannya untuk maju di Pemilu 2024, Alzier masih enggan berkomentar.

Namun dia memastikan jika Partai Demokrat kedepan akan menjadi partai pemenang.

"Kalo saya bersama Zulkifli Anwar (Anggota Fraksi Demokrat DPR RI) maju saja, sudah selesai Lampung ini. Yang pasti saya siap all out untuk Demokrat," kata Alzier. ( Advertorial )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved