Advertorial
Ekosistem Digital INDICO Antarkan Indonesia Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar ke-4 pada 2030
Ekosistem Digital sebagai penggerak utama dalam membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital akan mengantarkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dalam launching Telkomsel Ekosistem Digital INDICO, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, Telkomsel terus berupaya membuka peluang kemajuan yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat yang diwujudkan melalui akselerasi transformasi digital di segala lapisan kehidupan.
"Tentunya komitmen secara konsisten telah diimplementasikan Telkomsel dengan mengoptimalkan berbagai potensi aset serta pemanfaatan keunggulan pilar digital sebagai pelopor dalam digital connectivity, digital platform, dan digital services terdepan di Indonesia," papar Hendri, dalam Launching Ekosistem Digital INDICO secara virtual, Kamis (10/3/2022).
"Harapannya melalui PT Telkomsel Ekosistem Digital sebagai penggerak utama dalam membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital nasional dan inklusif, akan mengantarkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar ke-4 pada 2030," sambungnya.
Sementara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap jika digitalisasi memiliki peranan yang kian penting.
Telkomsel melalui Ekosistem Digital INDICO (Indonesia Digital Ekosistem) diharapkan bisa berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
"Saya melihat sebuah transformasi yang luar biasa di Telkomsel, sesuai tentu dengan diskusi kita dua tahun lalu. Dimana di era transformasi hari ini, tidak boleh berpuas diri dengan kondisi yang ada karena perubahan terus terjadi," kata Erick.
Dia mengungkapkan jika efek yang terjadi akibat Covid-19 tidak hanya pada tekanan kesehatan, tetapi juga tekanan supply change dan bagaimana digitalisasi menjadi peranan penting.
"Ditambah adanya krisis geopolitik yang terjadi di Eropa, tentunya ini menjadi posisi yang tepat bagi Indonesia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2045 akan terus dipastikan berkelanjutan," paparnya.
Belum lagi Indonesia memiliki bargaining position yang sangat bagus di mata dunia.
Negara yang kaya sumber daya alam, marketnya luar biasa dan mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi muda.
"Kalau kita bicara digital ekonomi Indonesia, potensi ekonominya sangat besar pertumbuhannya hingga Rp 1.736 Triliun pada 2025 mendatang dan akan terus meningkat," jelas dia.
Sehingga transformasi terus meneris harus dilakukan mengingat 1st wave, 2nd wave, 3rd wave (era metaverse) datang dengan cepat.
Kementerian BUMN, sambungnya, akan terus mendorong dan memfasilitasi ekosistem digital di Indonesia termasuk Telkomsel melalui tiga perspektif.
"Di 1st wave, 2nd wave, 3rd wave, saya yakin kita akan tertinggal kalau hanya berdiam diri. Karena itu penting sekali kehadiran Telkomsel sebagai bagian dari Grup Telkom harus memastikan perubahan strategi besar baik di infrastructure, market acces, dan agregator," tukasnya.
Transformasi yang dilakukan Telkom melalui INDICO diharapkan menjadi agregator besar untuk pertumbuhan digital ekonomi versi Indonesia.
"Kita harus punya roadmap (peta jalan) sendiri. Dunia Indonesia bukan dunia orang lain, tapi bukan berarti anti asing," sambungnya.
Turut hadir dalam launching Telkomsel Ekosistem Digital CEO Telkomsel Ekosistem Digital Andi Kristianto.
Dalam sesi tanya jawab dengan rekan media, Andi menjelaskan mengenai apa itu INDICO, cara kerjanya, serta goalnya.
(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/launching-telkomsel-ekosistem-digital-indico.jpg)