Metro

Diskominfo Metro Lampung Sebar CCTV di Pasar-pasar

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menambah Closed Circuit Television (CCTV) yang tersebar di sejumlah pasar

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Ilustrasi pengumuman ada CCTV 

Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menambah Closed Circuit Television (CCTV) yang tersebar di sejumlah pasar di wilayah setempat.

Kabid Informatika Diskominfo Kota Metro Andy Setiyono mengatakan, sebelumnya ada 20 titik CCTV yang telah tersebar di sejumlah lokasi. Dengan ada penambahan 14 titik, maka total CCTV yang telah terpasang di Metro sebanyak 34.

"Penambahan 14 ini memang khusus untuk di pasar-pasar. Pemasangan kita lakukan berkoordinasi juga dengan Dinas Perdagangan untuk menentukan titik-titik lokasi. Kalau yang sebelumnya ada di jalan, fasilitas publik dan perkantoran," tukasnya, Rabu (16/3/2022).

Ia mengaku, jumlah CCTV di Kota Metro masih belum memenuhi kebutuhan titik pantau yang ada. Seperti lokasi tempat pembuangan sampah sembarangan maupun titik pantau lalu lintas jalan. 

"Memang belum maksimal. Misal untuk sampah, titik-titik penumpukan mana saja yang harus dipasang, itu kita juga harus koordinasi dengan dinas terkait. Lalu untuk memantau lalu lintas di jalan. Perlu dihitung kebutuhannya dan lokasinya. Karenanya yang tahu titik-titiknya ini kan satker terkait," bebernya.

Selain kebutuhan CCTV, kecepatan akses internet atau bandwidth juga masih membutuhkan penambahan. Dimana saat ini bandwidth yang tersedia sebesar 350 Mpbs.

"Untuk bandwidth memang sudah ditambah. Sebelumnya 300 Mbps menjadi 350 Mbps. Sekarang ini era digital. Jika melihat situasi dan kondisi yang ada, ditambah pandemi Covid-19 ini membuat banyak kerja membutuhkan akses internet, ya memang belum maksimal," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini ada Tim Percepatan Elektronik Daerah yang perlu didukung dengan akses internet yang memadai. "Itu butuh bandwidth semua. Karena ketika semua menggunakan transaksi elektronik, berarti backup bandwidth semua OPD itu kan harus kuat," katanya lagi.

Menurutnya, bandwidth untuk Kota Metro dengan kondisi saat ini minimal 1G atau 2G. Dengan 350 Mbps beberapa kendala terjadi bagi OPD untuk mengakses internet, terutama di sejumlah kelurahan. 

"Jadi memang ada kendala-kendala seperti internetnya lambat, ini karena bandwidthnya kurang. Kondisi ini kami  khawatirkan nanti akan berdampak juga dengan adanya pemberlakukan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE). Harapan kita ya tentu bisa ditambah," tuntasnya. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )
 

Baca juga: Antisipasi Tahanan Kabur, Rutan Polsek Pagelaran Dipasang CCTV

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved