PBNU Gelar Rakernas, Thomas Riska Dilantik Jadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU

Salah satu putra Lampung, Thomas Azis Riska, akan dilantik menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama PBNU.

Editor: Andi Asmadi
DOK TRIBUN
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan), Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (kiri), dan tokoh Lampung Thomas Azis Riska di sela-sela acara Pengukuhan PBNU di Kalimantan Timur, belum lama ini. Thomas Azis Riska akan dilantik menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) dalam Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, 24-25 Maret 2022. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TASIKMALAYA - Salah satu putra terbaik Lampung, Thomas Azis Riska, akan dilantik menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU).

Pelantikan Thomas Riska akan berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Rakernas yang bertema "Merawat Jagat, Membangun Peradaban" itu berlangsung mulai Kamis 24 Maret ini hingga keesokan hari, Jumat 25 Maret 2022.

Baca juga: Kisah di Balik Muktamar NU di Lampung, Gus Yahya dan Thomas Riska Nekat Naik Speedboat ke Merak

Dalam struktur PBNU terdapat 21 lembaga. Selain LPNU di mana Thomas Riska menjadi Wakil Ketua, juga terdapat lembaga lain di antaranya Lembaga Dakwah, Lembaga Pendidikan, dan Lembaga Bantuan Hukum, serta sejumlah lembaga lainnya.

"Ini amanah yang sangat besar bagi saya untuk berkhidmat bersama NU dalam membantu pengembangan ekonomi dan kesejahteraan umat," ujar Thomas kepada Tribun, Kamis.

Thomas mengatakan, ia bersama pengurus lembaga PBNU siap melakukan kerja nyata seperti yang sering disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

"Beliau sering mengatakan, tidak boleh berhenti pada kata-kata. Setiap kata harus menjadi kerja. Setiap kerja harus ada manfaatnya dan harus ada ukuran keberhasilannya,” ujar Thomas.

Dalam Rakernas PBNU yang pertama kali di bawah kepemimpinan Gus Yahya ini, juga diagendakan pembahasan dan pemantapan program kerja PBNU 2022-2027.

"Meliputi program secara keseluruhan, baik bidang-bidang, lembaga, dan badan khusus yang berada di bawah PBNU,” kata Ketua Panitia Pelaksana Rakernas PBNU H Amin Said Husni seperti dilansir dari NU Online.

Rakernas akan diawali dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) PBNU bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kesepahaman itu menyangkut sinergi untuk penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Hal ini dikerjasamakan dalam rangka pencapaian SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Menteri Suharso Monoarfa dijadwalkan hadir dan akan menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

PBNU telah melaksanakan konsinyasi program kerja di Hotel Bidakara Jakarta, pada 14-15 Maret 2022 lalu. Agenda pra-Rakernas ini digelar untuk menyiapkan materi-materi rencana program dari masing-masing koordinator bidang, yakni empat Wakil Ketua Umum PBNU.

“Semua koordinator bidang sudah memiliki rancangan serta telah dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi, sehingga materi ini dalam Rakernas sifatnya hanya pembahasan final dan penetapan. Karena substansinya telah digodok secara matang dan dibicarakan intensif pada saat konsinyasi.

Lembaga Perekonomian NU ini membnidangi ikhtiar pengembangan perekonomian dan usaha NU, yang bekerja sama dengan 34 lembaga negara.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved