Tulangbawang

Harga Pertamax Naik, Pertalite Mulai Sulit Didapat di SPBU Tulangbawang. 2 Jam Dipasok, Sudah Ludes

Pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU di Tulangbawang mulai sulit didapat masyarakat.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: teguh_prasetyo
tribunlampung/endra zulkarnaen
Sejumlah pengendara tengah mengisi BBM di SPBU 24-345-115 Bawang Latak, Kecamatan Menggala, Tulangbawang, Rabu (06/04/2022). 

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang - Pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU di Tulangbawang mulai sulit didapat masyarakat.

Kondisi ini disebabkan meningkatnya permintaan Pertalite karena adanya migrasi dari pengguna Pertamax.

Sementara kuota yang disalurkan ke SPBU tidak ada penambahan.

Akibatnya, Pertalite mulai sulit didapat di sejumlah SPBU.

Hanya beberapa jam dipasok, ketersediaan Pertalite langsung ludes diserbu konsumen.

Hal itu diakui pengawas SPBU 24-345-115 Bawang Latak, Kecamatan Menggala, Tulangbawang, Agus Aputro.

Dia mengaku terdapat peningkatan permintaan BBM jenis Pertalite dalam sepekan terakhir. 

Sementara kuota yang disalurkan tidak mampu mengcover kebutuhan pasca terjadinya kenaikan BBM jenis Pertamax menjadi Rp12.750 per liter yang mulai berlaku 1 April kemarin.

Baca juga: Pengendara Motor di Bandar Lampung Antre Pertalite Setelah Harga Pertamax Alami Kenaikan

Dalam sepekan ini, Agus mengaku, SPBU 115 Bawang Latak Menggala dua kali tidak mendapatkan jatah pengiriman. 

"Kadang juga nggak di kirim solar dan Pertalite. Sejak kenaikan harga Pertamax, kami dua kali nggak dikirim yakni tanggal 3 dan 5 April. Kalau alasan dari sananya karena kekurangan armada," kata Agus, yang ditemui Tribunlampung.co.id di kantornya, Rabu (6/4/2022).

Ia mengaku, sebelum Pertamax naik, keterlambatan pengiriman juga kerap terjadi. 

Namun, pada pengiriman keesokannya kuota yang didapat ditambah. 

"Tapi sebelum naik emang kadang terlambat pengiriman, tapi pas besoknya kuotanya di doubelin jadi kalau jatah sehari 8.000 liter besoknya di kirim 16.000 liter," ungkapnya.

Selain akibat kurangnya pasokan, kelangkaan Pertalite juga dipicu meningkatnya konsumsi BBM RON 90 itu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved