Tulangbawang Barat

Pekerja Migran asal Tulangbawang Barat Telantar di Turki, Kadisnakertrans: Itu Ranah Provinsi

Saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Gustam mengatakan, persoalan pekerja migran di negeri orang merupakan ranah Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung.

Tangkapan Layar
Empat warga Lampung telantar di Istanbul, Turki, bersama puluhan warga lainnya dari Indonesia. 

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang Barat - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulangbawang Barat Gustam belum bereaksi menyusul adanya warga yang telantar bersama perkeja migran lain di Istanbul, Turki.

Imam Taufik Hidayat (27), warga Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat, telantar bersama puluhan pekerja migran lainnya asal Indonesia di Turki.

Saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Gustam mengatakan, persoalan pekerja migran di negeri orang merupakan ranah Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung.

"Kalau ke luar daerah itu kan urusannya Disnakertrans Provinsi. Kalau kita urusan yang di dalam sini," ungkap Gustam yang dihubungi melalui ponselnya, Senin (18/4/2022) siang.

Gustam pun tidak berkomentar banyak terkait adanya warga Tubaba yang ikut dalam rombongan pekerja migran yang telantar di Turki.

Baca juga: Kisah Pilu Ortu TKI asal Lampung Telantar di Turki, Ditipu Setelah Habis Uang Puluhan Juta

"Saya kan belum pernah ketemu. Nanti saja," tutur Gustam.

Ditipu Agensi

Informasi telantarnya Imam Taufik Hidayat (27), warga Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat, di Istanbul, Turki, mengagetkan kedua orangtuanya.

Imam Taufik adalah satu dari empat warga Lampung yang terdampar di Turki bersama puluhan orang lainnya dari Indonesia.

Mereka diduga tertipu agen penyaluran tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Orangtua Imam Taufik, Ahmad Sundari (44) dan Siswati, tak menyangka anaknya bakal terdampar di Turki lantaran tertipu agen penyalur TKI ilegal.

Padahal, sebelum keberangkatan ke Turki, mereka sudah menyetor uang puluhan juta ke agen penyalur TKI yang akan memberangkatkan Imam Taufik.

Ahmad Sundari menuturkan, awalnya ia menyetor uang sejumlah Rp 15 juta ke Sri Rahayu, yang merupakan agen penyalur jasa TKI.

Baca juga: Sebelum Jadi Artis Terkenal, Rizky Billar Ternyata Sempat Ingin Jadi TKI

"Tapi dikembalikan Rp 10 juta karena tidak jadi berangkat. Kemudian di agen kedua sudah masuk Rp 26 juta. Itu di luar dari biaya konsultasi dan lain-lain," ungkap Ahmad Sundari, Minggu (17/4/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved