Tulangbawang Barat

Pekerja Migran asal Tulangbawang Barat Telantar di Turki, Kadisnakertrans: Itu Ranah Provinsi

Saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Gustam mengatakan, persoalan pekerja migran di negeri orang merupakan ranah Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung.

Tangkapan Layar
Empat warga Lampung telantar di Istanbul, Turki, bersama puluhan warga lainnya dari Indonesia. 

Ahmad menuturkan, jika ditotal keseluruhan uang yang telah dikeluarkan untuk biaya keberangkatan Imam Taufik mencapai Rp 60 juta.

"Kalau ditotal, sudah ada sekitar 60 juta," sebut dia.

Sayangnya, ia tidak mengetahui secara persis perusahaan agen penyalur TKI yang akan memberangkatkan anaknya itu.

"Kalau dulu berangkatnya secara mandiri lewat sponsor. Seingat saya, namanya itu Griya Sempurna ada di Jalan Swadaya No 138 RT 04/08 Masjid Quba Al-Khoiriyah, Kelurahan Jati Ranggon, Jati Sampurna, Kota Bekasi," papar Ahmad.

"Kalau agen dari Lampung, kalau nggak salah dari Lampung Tengah. Namanya Bu Nur dan Pak Bimo," sambungnya.

Agen yang di Lampung Tengah itu merupakan tangan kedua yang menangani keberangkatan Imam Taufik.

"Itu (Bu Nur dan Pak Bimo) tempat anak saya daftar PMI, setelah dipindahkan dari agen pertama Sri Rahayu," bebernya.

Karena itu, pihak keluarga Imam Taufik berencana akan melaporkan perihal yang dialami anaknya ke Polda Lampung pada Senin (18/4/2022) besok.

Ahmad Sundari menceritakan, awalnya Taufik mendaftar untuk menjadi pekerja migran ke Taiwan melalui agen atau sponsor Sri Rahayu.

Namun di situ sudah lebih dari setahun tidak ada pemberangkatan.

Kemudian dari sponsor yang pertama dipindahkan ke sponsor kedua, yakni Nurhayati dan Bimo.

Dari Nurhayati dan Bimo, Imam Taufik dijanjikan berangkat ke Polandia.

Pada Oktober 2021 lalu, barulah Imam Taufik berangkat bersama sekitar 75 orang lainnya dari berbagai daerah di Indonesia dengan tujuan Turki.

"Kata agen penyalur itu, anak saya mestinya ke Turki dulu. Karena katanya kalau ke Polandia itu harus transit ke Turki selama tiga bulan sembari menunggu panggilan dan mengurus Incomet di Turki seperti sejenis KTP untuk bisa masuk ke Polandia," papar Ahmad.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved