Gunung Anak Krakatau Erupsi

Cerita Warga Pulau Sebesi Pasca Tsunami Selat Sunda 2018, Trauma Lihat Petir dari GAK

Peristiwa tsunami yang terjadi diakhir tahun 2018 silam, menyisakan duka dan trauma tersendiri bagi sebagian warga yang mendiami pulau Sebesi.

Editor: Dedi Sutomo
ist
Ilustrasi - Pulau Sebesi. Cerita Warga Pulau Sebesi Pasca Tsunami Selat Sunda 2018, Trauma Lihat Petir dari Gunung Anak Krakatau. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Peristiwa tsunami yang terjadi diakhir tahun 2018 silam, menyisakan duka dan trauma tersendiri bagi sebagian warga yang mendiami pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan.

Tsunami Selat Sunda yang meluluhlantakan kawasan pesisi Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan itu dipicu oleh letusan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Sebagai warga yang tinggal di pulau yang dekat dengan GAK, warga Pulau Sebesi mengetahui pasti aktivitas gunung api yang berada di tengah Selat Sunda tersebut.

Akibat erupsi besar yang terjadi pada tahun 2018 silam, tsunami menerjang. Pemukiman warga yang ada di Pulau Sebesi termasuk yang terparah terdampak.

Ada tiga dusun di Pulau Sebesi yang mengalami dampak terparah.

Baca juga: GAK Sudah Erupsi 29 Kali Tahun Ini

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Kerap Erupsi, Pos Pantau Sebut Bagian Proses Pembentukan Badan GAK

Walaupun tidak memakan korban jiwa, banyak warga yang kehilangan rumahnya.

Bahkan ada seorang balita yang sampai sekarang belum ditemukan.

Seperti penuturan Kepala Dusun 3 Riko Iswanto.

Saat itu ia menyaksikan sendiri bagaimana keganasan tsunami Selat Sunda tersebut.

"Waktu sebelum tsunami kami lagi mancing di pinggiran pantai. Saat itu sudah mulai terasa bahwa akan ada bencana. Karena air tiba-tiba surut ke tengah. Hingga menyisakan pasir pantai saja," kata Riko, Senin (19/4/2022).

"Teman sudah mulai curiga dengan hal itu. Dan menyuruh kami semua naik ke atas. Tidak lama air rob datang. Rob yang pertama tidak terlalu besar. Hingga rob terakhir, hingga setengah pohon kelapa. Kira-kira 1 meter tingginya," jelasnya.

Riko mengatakan tidak ada korban jiwa atas kejadian tsunami tersebut.

Namun, banyak warganya yang kehilangan tempat tinggalnya.

Baca juga: Kisah Warga Pulau Sebesi Pasca Musibah Tsunami, Trauma Lihat Petir dari Gunung Anak Krakatau

Baca juga: Update Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Pulau Sebesi Trauma Tsunami

"Kalau korban jiwa sih nggak ada, kalau sampai meninggal gitu. Tapi banyak warga yang kehilangan harta bendanya, termasuk rumah," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved