Lampung Timur
Gagal Gelar Aksi, Korlap Aliansi Mahasiswa Lampung Timur Ungkap Alasannya
Gagalnya aksi tersebut, beredar di media sosial berupa selembaran yang ditandatangani oleh koordinator lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa tersebut.
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Aksi yang akan dilakukan di depan kantor DPRD Lampung Timur oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung Timur, dikabarkan gagal.
Gagalnya aksi tersebut, beredar di media sosial berupa selembaran yang ditandatangani oleh koordinator lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa tersebut.
Saat dikonfirmasi, koordinator lapangan (Korlap) Aksi tersebut, Leo Jabar mengatakan, ada beberapa hal yang membuat ditundanya aksi tersebut.
"Benar kami tidak jadi aksi, dan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan, seperti yang saya sampaikan dalam surat tersebut," ujar Leo, Rabu (20/4/2022).
Ia juga menjelaskan, Aliansi Mahasiswa yang awalnya terdiri dari lima organisasi mahasiswa, satu persatu mundur dari aliansi.
Baca juga: HUT ke-23 Lampung Timur, Bupati Dawam: Kita Belum Mampu Berantas Kemiskinan
Baca juga: Aliansi Mahasiswa Lampung Timur Akan Gelar Aksi, Korlap: Amankan dengan Cara Humanis
"Awalnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Timur mundur dari aliansi tanpa ada koordinasi, lalu hal serupa juga dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Timur, karena mereka memilih melakukan audiensi ke Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, itupun tanpa ada komunikasi," paparnya.
Kemudian, lanjutnya, BEM STAIDA juga mengundurkan diri dari aliansi tersebut sehari sebelum pelaksanaan aksi, yakni pada Selasa (19/4/2022).
"Tadi malam juga pada akhirnya hanya Forum Mahasiswa dan Pemuda (Formapa) Lampung Timur yang bertahan untuk aksi, lantaran BEM STIE juga mundur dari aliansi ini," jelas Leo.
Ia menyayangkan sikap tersebut, lantaran menurutnya hal tersebut tidak sesuai komitmen.
"Karena tinggal Formapa dan kami tidak mau mengklaim Aliansi Mahasiswa, jadi tadi malam kami ambil keputusan untuk menunda aksi tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan," tukasnya.
(Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi)