Berita Lampung

Mengaku dari Kementerian Kehutanan, 2 Warga Pesawaran Tipu Enam Kades di Jati Agung Lampung Selatan

Dua orang tersangka berinisial IS dan AR, warga Kabupaten Pesawaran, Lampung, diciduk jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/joeviter
Dua orang tersangka berinisial IS dan AR, warga Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung diciduk jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Rabu (20/4/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dua orang tersangka berinisial IS dan AR, warga Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, diciduk jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

Kedua tersangka diamankan polisi lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Adapun korban yang diketahui berjumlah enam orang, merupakan Kepala Desa di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Tipu muslihat yang dilakukan tersangka berhasil menipu korbannya hingga mengalami kerugian total Rp 1,06 miliar.

Dirkrimum Polda Lampung Kombes Pol Reynold Elisa Hutagalung melalui Kasubdit II Harda, AKBP Dodon Priyambodo menjelaskan, dalam melancarkan aksinya para pelaku mengaku sebagai pegawai dari Kementerian Kehutanan.

Korban mempercayai pelaku dapat mengurus SK pelepasan kawasan hutan Register 40, Gedong Wani, Jati Agung, Lampung Selatan, melalui tersangka IS dan AR.

"Kawasan ini yang ditempati sebagai wilayah administrasi oleh enam desa di Kecamatan Jati Agung," kata Dodon, Rabu (20/4/2022).

Baca juga: Lakukan Penipuan Gadai Sawah, Oknum PNS di Pringsewu Diamankan Polres Tanggamus

Dodon menjelaskan aksi penipuan itu dilakukan tersangka pada tahun 2018 silam.

Kedua tersangka yang mengaku bisa mengurus SK pelepasan kawasan hutan, meminta sejumlah uang kepada enam Kades.

Terhitung uang diserahkan enam Kades ini mencapai Rp 1,06 miliar.

"Korban dijanjikan SK pelepasan tersebut akan diterima paling lambat akhir tahun 2018," kata Dodon.

Seiring berjalannya waktu, wilayah administrasi keenam desa dilakukan pengecekan titik koordinat oleh saksi berinisial AA.

Dengan maksud agar titik koordinat tersebut dapat diajukan untuk dapat ditelaah oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XX Bandar Lampung.

"Setelah dilakukan pengecekan, dibuatkan surat permohonan telaah oleh saksi DAW, PNS Kementerian KLHK," kata Dodon.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved