Bandar Lampung

Cerita Peneliti Sungai Keliling Indonesia Pakai Roda Dua, Berharap Sungai Dihargai

Perjalanan panjang dilakukan oleh dua orang aktivis lingkungan dari lembaga Ecological Observation and Wet Conservation (Ecoton).

Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Prigi Arisandi dan Amiruddin Mutaqqin pegiat lingkungan asal Jawa Timur. 

"Kalo keluarga sih sudah paham.  ya paling kirim surat saja, telpon, wa sama keluarga, ya memang sudah terlanjur nyemplung ke dunia ini," tutur Prigi.

Meski berat, perjalanan panjang ini akan terus dilakukan oleh kedua aktivis tersebut.

Tekad kuat mereka untuk merubah sistem dan tingkahlaku masyarakat agar bisa menjaga dan menghargai sungai.

Menurut Prigi sungai adalah sumber kehidupan manusia pada umumnya sehingga harus dijaga.

"Kita ini kan aneh. Coba kalo kita lihat kita itu ketergantungan dengan air tapi malah airnya dirusak sungai nya dipenuhi sampah. Lah gimana," ketusnya.

"Pemerintah juga sebenarnya salah. Karena tidak mampu mengelola sungai. Padahal Undang-undang nomor 17 tahun 2019 itu jelas. Sungai harus nihil sampah, lah sekarang coba lihat. Semuanya tercemar," tegas Prigi.

Berdasarkan catatan hasil penelitiannya, banyak sungai ditemukan telah terkontaminasi partikel mikroplastik (PM). Sungai-sungai utama di Pulau Jawa seperti Sungai Brantas, Bengawan Solo, Ciliwung, Citarum, Ciujung sebesar 62 ± 198 PM/100L.

Selanjutnya ikan-ikan di sungaipun terpapar mikroplastik dengan kandungan Sungai Brantas: 42 partikel mikroplastik per ikan Sungai Bengawan Solo: 20 partikel mikroplastik per ikan Sungai Citarum: 68 partikel mikroplastik per ikan.

"Kontaminasi mikroplastik dalam lambung ikan dan di air sungai berasal dari  buruknya pengelolaan sampah dan tingginya volume sampah plastik yang dibuang di Sungai. 80 persen sampah plastik yang ada di lautan berasal dari sungai," jelas dia.

Sementara di Lampung, mereka menemukan sungai Way Seputih dan Way Sekampung yang juga sudah terkontaminasi oleh sampah plastik.

"Parahnya lagi ada yang di eksploitasi dikeruk pasirnya, kabarnya untuk reklamasi," kata dia.

Sementara itu Amiruddin tampak setia menemani rekannya Prigi Arisandi.

Amiruddin yang bertindak sebagai dokumenter selalu ada disamping Prigi.

Mereka berdua selalu menghabiskan waktu bersama dalam keseharian nya dalam melaksanakan misi ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved