Berita Nasional

Anak Meninggal Diduga Hepatitis Akut Usia 2-11 Tahun, Simak Penjelasan Kemenkes

Ketiga pasien anak diduga Hepatitis Akut meninggal dunia dalam kurun waktu berbeda dalam rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Tribunnews/Youtube Kementrian Kesehatan RI
Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan penjelasan terkait Hepatitis Akut. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Tiga anak yang meninggal dunia diduga mengidap Hepatitis Akut berusia kisaran 2 tahun sampai 11 tahun. 

Ketiga pasien diduga Hepatitis Akut tersebut, meninggal dunia dalam kurun waktu berbeda dalam rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta meninggal dunia dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan terkait pasien yang meninggal dengan dugaan Hepatitis Akut.

Siti Nadia mengatakan, berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap tiga kasus yang meninggal dunia datang dari fasilitas kesehatan berbeda.

Baca juga: Waspada Penyakit Baru! Hepatitis Akut Sasar Anak-anak, Deteksi Gejalanya

Baca juga: Jika Kondisi Fisik Anak Menguning, Segera Bawa ke Rumah Sakit, Gejala Awal Hepatitis Akut!

Ketiga pasien itu, sudah dalam kondisi stadium lanjut ketika datang ke fasilitas kesehatan.

“Tiga kasus datang sudah pada kondisi stadium lanjut. Sehingga, hanya memberikan waktu sedikit bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan,” ucapnya saat memberikan keterangan pers terkait Perkembangan Kasus Hepatitis Akut di Indonesia secara virtual, Kamis (5/5/2022).

Lebih lanjut, Siti Nadia menambahkan, pasien yang meninggal ini terdiri dari anak berumur dua tahun dan belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Kedua, pasien anak berusia delapan tahun dan ketiga ialah pasien anak berusia 11 tahun.

“Ketiga kasus ini usianya 2 tahun dan belum vaksinasi, kedua yakni 8 tahun, baru vaksinasi dosis pertama, dan 11 tahun sudah vaksinasi Covid-19.”

“Ketiganya, negatif covid-19. Kita bersama Dinas Kesehatan DKI melakukan investigasi kontak mengenai faktor risiko,” jelasnya.

Memang sampai saat ini, lanjut Siti Nadia, ketiga kasus itu belum digolongkan Hepatitis Akut gejala berat karena masih ada pemeriksaan laboratorium.

Baca juga: Muncul Penyakit Hepatitis Akut Misterius, Sudah Ada di 12 Negara, Masyarakat Perlu Waspada

Baca juga: Halo Dokter, Hepatitis A Paling Banyak Menyerang Anak-anak, Kenali Gejalanya

“Masih kriteria pending klasifikasi, karena ada pemeriksaan adenovirus yang hasilnya membutuhkan waktu 10 hari sampai 14 hari ke depan," ungkapnya.

Selain itu faktor risiko lainnya, Kementerian Kesehatan tidak menemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga lain dan ketiga anak tersebut tidak memiliki gejala yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved