Lampung Barat

Putra Lampung Barat Juara 1 Lomba Kaligrafi di Turki, Teguh Belajar Kaligrafi dari Paman  

Teguh Prastio putra asli Lampung Barat, pemenang lomba cabang seni kaligrafi, mewakili Indonesia yang diselenggarakan di Turki.

Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Kominfo Lambar
Teguh Prasetio. Putra Lampung Barat juara 1 lomba kaligrafi di Turki. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Teguh Prastio putra asli Lampung Barat, pemenang lomba cabang seni kaligrafi, mewakili Indonesia yang diselenggarakan di Turki.

Dia dinobatkan sebagai juara pertama dalam perlombaan di tingkat Internasional tersebut, dengan menyingkirkan pesaing dari negara lain.

Pengumuman kejuaraan lomba kaligrafi itu sendiri disiarkan secara langsung oleh panitia perlombaan melalui Live YouTube dengan link https://youtu.be/UB9RsstADy0 pada tanggal 21 mei 2022 kemarin.

Atas capaian prestasi yang tersebut, Teguh Prastio mengungkapkan rasa syukurnya.

Dia mengungkapkan pencapaian tersebut tidaklah lepas dari suport dan doa dari semua pihak.

Baca juga: Ustaz Muda asal Lampung Barat Juara 1 Lomba Kaligrafi di Turki, Begini Kata Bupati

"Semua ini tidak luput dari doa dan support dari semuanya, terlebih dari warga Masyarakat Lampung Barat, saya ucapkan terima kasih" ungkapnya, Senin (30/5/2022).

Diketahui, Teguh Prastio pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Sekincau dan lulus tahun 2001, kemudian melanjutkan di MTs Nurul Iman Sekincau lulus tahun 2004, selanjutnya lanjut di MA Nurul Iman Sekincau lulus tahun 2007.

Setelah menyelesaikan pendidikan wajib belajar 12 tahun, ia pun masuk ke Pesantren Kaligrafi Al-Qur'an LEMKA di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 2009 dan aktif mengikuti perlombaan kaligrafi di tingkat Nasional dan Internasional hingga saat ini.

Teguh Prastio memang sudah mengemari tulisan kaligrafi sejak kecil, ia pun menceritakan kisah singkatnya.

"Sewaktu masih di Sekolah Dasar, berkat paman saya yaitu bapak Riono Gunawan (adik dari ibu saya) yang juga seniman kaligrafi saat itu, beliau yang menjadi guru kaligrafi pertama dan beliau pula yang mengenalkan ke dunia lomba kaligrafi," paparnya.

Juara 1 internasional yang dia raih saat ini merupakan buah hasil dari perjalanan panjang yang telah dilaluinya, tepatnya dimulai sejak tahun 2013.

"Kegagalan demi kegagalan membuat saya semakin bersemangat untuk terus berlatih," ucapnya.

"Hingga akhirnya, baru dapat memenangkan di tahun ini," ucapnya.

Lomba kaligrafi Internasional itu sendiri dilaksanakan dengan sistem peraduan atau sayembara, dimana seluruh aturan disebarkan melalui media sosial.

"Pendaftaran pun dilakukan secara online, dan karya dikirimkan melalui jasa paket, yang kemudian dinilai oleh dewan hakim serta hasil pengumuman melalui live youtube," terangnya.

"Ada beberapa event lomba Internasional, ada yang setiap tahun dan yang saya ikuti terakhir adalah pelombaan IRCICA yang diadakan setiap tiga tahun dan merupakan salah 1 ajang yang paling bergengsi," tambahnya.

Ia pun berharap, raihan prestasi yang diraih itu dapat menjadi pemacu semangat khususnya bagi anak-anak muda untuk lebih dapat berkreasi dan berprestasi.

"Semoga ini dapat menginspirasi khususnya anak-anak muda Lampung Barat untuk terus mengejar impian dan minatnya apapun itu, dengan semangat dan ketekunan sehingga mencapai kesuksesan," Ucapnya.

(Tribunlampung.co.id /Saidal arif)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved