Lampung Selatan

Video Amuk Massa terhadap Pelaku Curat di Sidomulyo Lampung Selatan Hoax

Beredar video di masyarakat melalui grup WhatsApp tentang terjadinya amuk massa terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat).

Tayang:
Tangkapan layar
Video amuk massa terhadap pelaku tindak pidana Pencurian dengan pemberatan (Curat) hingga meninggal dunia di Sidomulyo hoax. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Beredar video di masyarakat melalui grup WhatsApp tentang terjadinya amuk massa terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) hingga meninggal dunia di Sidomulyo.

Pihak Polres Lampung Selatan langsung merespon bahwa video tersebut tidak benar (hoax).

Dalam video berdurasi tujuh menit tersebut, tampak diperkirakan sebanyak tiga orang pelaku.

Ada beberapa orang yang masih memegang senjata tajam (sajam).

Kapolsek Sidomulyo Iptu Ilham Efendi menjelaskan bahwa video yang beredar di dunia maya itu tidak benar.

Baca juga: 2 Kades di Lampung Selatan Mundur dari Jabatan, Kadis PMD: Jabatan Sementara Diisi Pj

Baca juga: Aksi Nekat 2 Bocah Kabur dari Pondok, Pulang ke Lampung Selatan Diantar Polisi

"Terkait video amuk massa hingga menewaskan tiga orang pelaku yang dimutilasi itu tidak benar (hoax)," kata Ilham, Selasa (31/5/2022).

Ilham menuturkan, beberapa hari sebelumnya dirinya juga menerima kiriman video tersebut.

"Saya juga sudah menerima kiriman video tersebut. Dan Saya sudah menyuruh tim untuk mengecek kebenaran terkait peristiwa tersebut dan itu tidak ada," jelasnya.

Ilham mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak asal menyebarkan video yang belum tentu kebenarannya

"Kami berharap kepada warga masyarakat khususnya warga Sidomulyo agar tidak mudah mempercayai video yang belum tentu kebenarannya. Dan jangan asal sembarangan membagikan video," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Hendra Syaputra, mengatakan bahwa video amuk massa yang menewaskan tiga orang pelaku dan dimutilasi di Sidomulyo  itu tidak benar adanya.

"Setelah kami menerima dan melihat video tersebut dan melakukan komunikasi terhadap jajaran yang ada dilapangan. Kami tidak menemukan kejadian seperti yang terekam dalam vidio tersebut," ujarnya

"Jadi kami tegaskan bahwa video tersebut adalah tidak benar (hoax). Dan video tersebut saat ini sedang dilakukan deteksi dimana lokasi kejadiannya (TKP). Dan siapa yang mengirimkan pertamakali video tersebut. Sehingga dapat segera terungkap lokasi kejadian aksi massa itu," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved