Berita Terkini Artis
Tangis Wenny Ariani Pecah Saat Kekey Didoakan Mati, 'Jangan Hina Anak Saya'
Tangis Wenny Ariani pecah begitu tahu hujatan yang tertuju kepada putrinya, bahkan ada yang sampai mendoakan Kekey mati.
Tribunlampung.co.id, Jakarta - Tangis Wenny Ariani pecah begitu tahu hujatan yang tertuju kepada putrinya, bahkan ada yang sampai mendoakan Kekey mati lantaran minta pengakuan Rezky Aditya.
Diketahui, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Banten, artis Rezky Aditya ditetapkan sebagai ayah biologi dari putri Wenny Ariani, Kekey.
Buntut dari konflik antara Rezky Aditya dan Wenny Ariani membuat nama Kekey ikut diperbincangkan.
Bahkan karena masa lalu orang tuanya, Kekey sempat dihujat hingga di-bully dengan kata-kata yang tak pantas.
Mengetahui hal tersebut, Wenny Ariani sedih hingga meneteskan air mata di hadapan Maia Estianty.
Baca juga: Wenny Ariani Berlinang Air Mata Saat Tahu Kekey Dihujat, Saya Mohon
Baca juga: Wenny Ariani Tidak Terima Kekey Dihujat Netizen, Jangan Hina Anak Saya
Baginya tak mengapa dirinya diperbincangkan netizen, namun ia tak menerima jika hal itu terjadi kepada buah hatinya.
"Bagi saya hujatan itu sebagai pelebur dosa saya, biarlah."
"Begitu pun dengan netizen, yang makian saya anggap sebagai pelebur dosa saya."
"Tapi satu hal, yang tidak bisa saya terima adalah mencaci maki Kekey," beber Wenny Ariani dikutip dari YouTube MAIA ALELDUL TV, Kamis (2/6/2022).
Mendengar pernyataan Wenny Ariani, Maia Estianty lantas bertanya.
"Ada? Seperti apa yang paling menyakitkan," tanya Maia Estianty.
"Mati aja anak kamu, saya nangis."
Baca juga: Ditantang Ruben Onsu Ajak Ngedate Desy Ratnasari, Nassar Grogi Pas Telponan
Baca juga: Raffi Ahmad Ingin Anak Perempuan, Rieta Amalia: Ibunya Sama Kan?
"Boleh caci maki saya, saya perempuan pendosa dihina, silakan hina saya."
"Tapi jangan hina anak saya. Kata-kata yang tidak pantas diucapkan," kata Wenny Ariani sambil meneteskan air mata.
Wenny Ariani mengakui kesalahan yang ia lakukan murni dari dirinya dan Rezky di masa lalu.
"Kesalahan ini murni dari kedua orang tuanya."
"Kesalahan kedua orang tuanya tidak ditanggung oleh anaknya."