Bandar Lampung

MUI Keluarkan Fatwa, Hewan Kurban yang Sembuh PMK Sebelum 10 Zulhijah Dibolehkan untuk Dikurbankan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 32 Tahun 2022 terkait Hewan Kurban Dimasa Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Penulis: Bayu Saputra | Editor: teguh_prasetyo
tribunlampung/bayu saputra
Ketua MUI Lampung Suryani M Nur saat ditemui, Senin (6/6/2022) 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 32 Tahun 2022 terkait Hewan Kurban Dimasa Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketua MUI Lampung Suryani M Nur saat diwawancarai Tribun Lampung, Senin (6/6/2022) di Bandar Lampung mengatakan, fatwa tersebut menyebut hewan kurban sah bila sembuh sebelum 10 Zulhijah.

"Jadi hewan kurban dengan katagori klinis berat harus sembuh dulu sebelum 10 Zulhijah atau sebelum waktunya hari raya Idul Adha habis," kata Suryani

Katagori kasus PMK dengan gejala klinis berat seperti lepuh pada kuku terlepas, pincang, dan tidak bisa berjalan itu hukumnya tidak sah dijadikan hewan kurban.

Hewan yang PMK dengan klinis berat itu sembuh melebihi tanggal 10 Zulhijah, maka hewan dianggap sedekah ketika melewati waktu kurban.

Diharapkan kepada masyarakat yang hendak berkurban atau tempat pemotongan, wajib memastikan hewan kurban memenuhi syarat sah.

Menurutnya jangan asalan, karena semua sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, pihaknya mengimbau untuk umat Islam yang mau kurban agar tidak harus menyembelih sendiri.

Masyarakat yang menjadi panitia kurban dan petugas kesehatan perlu mengawasi limbah jeroan dan prosesnya.

(Tribunlampung.co.id Bayu Saputra)


Caption : Ketua MUI Provinsi Lampung Suryani M Nur saat diwawancarai Tribun Lampung, Senin (6/6/2022) di Bandar Lampung.(Bayu Saputra)
 

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved