Metro

Dinas Sosial Ungkap Penghasilan Anak Jalanan di Metro Lampung, Rp 300 Ribu Sehari

Simpati masyarakat Metro Lampung dinilai tinggi, sehingga wilayah tersebut kerap menjadi tujuan anak jalanan untuk mendapat penghasilan.

dok. Kadis Sosial
Kepala Dinas Sosial Kota Metro Rakhmat Zainuddin mengungkap, dari anak jalanan yang sempat ditemui, ada yang mengaku dapat penghasilan Rp 300 ribu dalam sehari. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Simpati masyarakat Metro Lampung dinilai tinggi sehingga wilayah tersebut kerap menjadi tujuan anak jalanan.

Para anak jalanan ini mengandalkan simpati warga Metro untuk mendapat penghasilan.

Kepala Dinas Sosial Kota Metro Rakhmat Zainuddin mengungkap, dari anak jalanan yang sempat ditemui, ada yang mengaku dapat penghasilan Rp 300 ribu dalam sehari.

"Dari yang kita temui sih ada yang mengaku mendapat penghasilan sampai Rp 300 ribu dalam sehari," ujar Kepala Dinas Sosial Rakhmat Zainuddin, Sabtu (18/6/2022).

Dia pun mengaku kerap memantau dan melakukan pembinaan terhadap anak jalanan di wilayah Kota Metro.

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Metro Manfaatkan Aset Terbengkalai, Jadi Sumber PAD Baru

Baca juga: Antisipasi PMK Jelang Idul Adha, DKP3 Bakal Kumpulkan Pengurus Masjid di Metro

"Itu pun setelah ditangkap Satpol PP, karena untuk penertiban memang tugas mereka," imbuh Rakhmat Zainuddin.

Rakhmat Zainuddin mengungkapkan, ternyata anak jalanan yang kerap ditemui saat pembinaan, kebanyakan bukan berasal dari Kota Metro.

Setelah ditelusuri, lanjut Rakhmat, merupakan kiriman dari kabupaten lain.

Sehingga saat pembinaan setelah diamankan Sat Pol PP, para anak jalanan ini dipulangkan ke tempat tinggalnya masing-masing

Menurut Rakhmat, Kota Metro jadi sasaran tujuan anak jalanan karena simpati masyarakatnya yang cukup tinggi.

Rakhmat mengatakan, pihaknya saat ini tengah merencanakan pengadaan Rumah Singgah yang juga akan bermanfaat untuk anak-anak jalanan.

Dimana bisa digunakan untuk pembinaan maupun tempat perlindungan korban kekerasan.

"Jadi misalkan ada yang tertangkap atau ada yang seperti kemarin yang orang tua ling lung lupa alamat, bisa kita tempatkan dulu ke Rumah Singgah, sembari mencari keluarganya.

Kita masih menunggu persetujuan. Karena keuangan daerah terbatas," ujarnya.

Rakhmat menambahkan, untuk sementara pihaknya menggunakan dan kerja sama dengan panti sosial jika menemukan kasus-kasus serupa.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved