Pesawaran

Menteri Luhut Binsar Panjaitan Terpesona Pulau Tegal Mas, 'Paten Ini Barang'

Menteri Luhut Binsar Panjaitan mengunjungi Pulau Tegal Mas, Kabupaten Pesawaran, Lampung dalam rangka Lagawi Festival 2022 Kementrian Perindustrian.

dok.Thomas Azis Riska
Menko Marinves, Luhut Binsar Panjaitan (kiri), bersama owner Tegal Mas Thomas Azis Riska , Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona (kanan), dan Komisaris Kimia Farma Rahmat Hidayat (belakang) pada acara Lagawi Festival 2022 di Pulau Tegal Mas, Lampung, Kamis (23/6/2022). 

Agus Gumiwang mengaku senang setelah melihat kondisi di Tegal Mas yang disebutnya pulau yang indah.

“Mulanya saya agak khawatir ketika kami menetapkan Pulau Tegal Mas ini sebagai tuan rumah. Karena ini merupakan pulau. Kalau kami mengadakan kegiatan seperti ini, biasanya di Jakarta atau di Bali, jadi lebih mudah,” papar Menteri.

Menperin mengatakan, karena kegiatan sekarang ini diadakan di pulau, maka dikhawatirkan masalah logistik akan menjadi kendala dan jadi tantangan bagi kita.

“Tapi, ALhamdulillah, Pak Menko. Hari ini kita bisa melaksanakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Pulau Tegal Mas,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sejarah Tegal Mas

Pulau Tegal Mas saat ini merupakan salah satu tempat wisata favorit di Lampung, bersama sejumlah tempat wisata lainnya seperti Pulau Pahawang, Puncak Mas, Pantai Klara, hingga Teluk Kiluan.

Tegal Mas merupakan pulau seluas 120 hektare yang berada di Teluk Lampung, Kabupaten Pesawaran. Bentuknya seperti kepiting dengan dua capit kiri dan kanan.

Pulau yang dulunya bernama Tegal ini, mulai dikembangkan oleh Thomas Azis Riska, salah satu pengusaha di Lampung, pada 2017.

Lalu, pada 2018 mulai dibuka untuk umum dan dalam waktu singkat menjadi hits, terutama karena banyaknya spot-spot yang menarik dan intstagramable.

“Pulau ini dulunya dikenal juga sebagai pulau sampah, karena banyaknya sampah kiriman dari Kota Bandar Lampung yang nyangkut di pulau ini,” ujar Thomas.

Berkat tangan dingin Thomas, pulau ini dikembangkan menjadi tempat wisata. “Sehingga tidak lagi menjadi pulau sampah, tetapi pulau berkah,” ujarnya.

Di Tegal Mas terdapat ratusan kamar yang terbagi dalam bentuk villa dan cottage, sebagian di antaranya berada di atas laut.

Pengunjung tak hanya bisa menikmati keindahan pantai dan kondisi pulau, tetapi juga bisa melakukan snorkling untuk melihat ikan warna warni dan terumbu karang, serta melakukan diving hingga di dasar laut.

Pulau Tegal Mas bisa diakses hanya dengan naik perahu sekitar 15 menit dari Dermaga Putra Mutun yang ada di pesisir Pesawaran. Dari Bandara Raden Inten II, dermaga penyeberangan itu bisa dicapai hanya sekitar 45 menit.()

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved