Berita Lampung
Bupati Musa: Lampung Tengah Bebas Penyakit Mulut-Kuku
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memastikan belum ada ternak di wilayahnya yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penulis: syamsiralam | Editor: Kiki Novilia
Terlebih saat ini di Lampung ada lima kabupaten yang telah berstatus zona merah PMK.
Penyebab penularan, di antaranya lalulintas atau mobilitas antarjemput hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain. Itu bisa mengantar virus, baik ke lokasi tujuan atau tempat yang dilewati.
Selanjutnya manusia juga bisa menjadi penghantar virus PMK. Hal ini terjadi pada saat proses transaksi jual beli. Misalnya seorang pedagang menawar ternak di suatu tempat, lalu pindah lagi ke tempat lain.
Kemudian dari alat transportasi, misalnya dari kendaraan yang habis digunakan untuk mengangkut ternak yang terkena PMK terus untuk mengangkut ternak lainnya.
Budi mengaku, guna memenuhi permintaan hewan kurban, saat ini di Pringsewu stoknya sudah cukup. Dan semuanya bebas PMK.
Jumlah stok hewan kurban jenis sapi dan kerbau totalnya 1.700 ekor. Lalu kambing dan domba sebanyak 5.400 ekor. Itu cukup guna memenuhi kebutuhan hewan kurban di Pringsewu.
Maka tidak perlu lagi mendatangkan hewan kurban dari luar daerah. Terlebih berasal dari zona merah atau daerah lain. Sebab berpotensi menyebarkan dan memasukkan PMK di Pringsewu.
Budi menjelaskan, apabila peternak atau masyarakat mendapati ternak yang bergejala PMK supaya segera lapor agar cepat ditangani.
Gejalanya ternak demam karena mengalami radang, lalu ada luka (kropeng) di mulut, rongga mulut, lidah, gusi, bibir dan pada sela kuku kaki.
Selanjutnya ternak tidak mau makan dan mengeluarkan liur berlebihan serta berbusa, lantas pincang. Gejala-gejala itu didapati pada masa inkubasi mulai dari hari pertama sampai 14 hari.
Lalu laporan bisa ke penyuluh pertanian di tiap pekon, pamong pekon, Babinsa, Bhabinkamtibmas. Bisa juga datang ke Dinas Pertanian Pringsewu.
"Ada juga call center kami di nomor 0853-7770-0106. Sifatnya laporan dulu nanti ditindaklanjuti oleh petugas untuk diobati," ujar Budi.
( Tribunlampung.co.id / Syamsiralam / Tri Yulianto )