Nasional

Seruan Legalisasi Ganja untuk Pengobatan Medis Mendadak Viral, MK hingga Politisi Angkat Suara

Viralnya permintaan legalisasi ganja itu bermula dari sebuah postingan di medsos seorang ibu yang membawa papan bertuliskan "tolong anakku butuh ganja

Tribunnews
Viralnya permintaan legalisasi ganja itu bermula dari sebuah postingan di medsos seorang ibu yang membawa papan bertuliskan "tolong, anakku butuh ganja medis". Aksi si ibu viral setelah sebelumnya penyanyi Andien Aisyah membagikan foto tersebut ke media sosial. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta- Seruan untuk melegalkan ganja guna keperluan pengobatan medis di Indonesia mendadak viral di media sosial (medsos).

Jagat maya pun geger, sampai-sampai petinggi Mahkamah Konstitusi (MK) buka suara atas seruan legalisasi ganja untuk keperluan pengobatan medis itu.

Viralnya permintaan legalisasi ganja itu bermula dari sebuah postingan di medsos seorang ibu yang membawa papan bertuliskan "tolong, anakku butuh ganja medis".

Aksi si ibu viral setelah sebelumnya penyanyi Andien Aisyah membagikan foto tersebut ke media sosial.

Baca juga: Sebulan Polda Lampung Ungkap Peredaran 3 Kg Sabu, 69 Kg Ganja, dan 1.300 Pil Ekstasi

Baca juga: Ciduk 9 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika, Polresta Amankan Sabu dan Ganja

Dalam unggahan Twitter @andienaisyah, dijelaskan dirinya bertemu dengan seorang ibu tersebut pada Minggu (26/6/2022).

Tak sendirian, ibu itu beraksi bersama seorang pria, yang diduga suaminya, bersama seorang anak perempuan yang duduk di stroller.

Anak tersebut kabarnya menderita penyakit cerebral palsy.

Mereka percaya dengan bantuan ganja medis, penyakit sang anak dapat perlahan sembuh.

Sontak unggahan Andien Aisyah ini dibanjiri komentar publik.

Belakangan diketahui, sosok si ibu tersebut adalah Santi Warastuti.

Ia juga mengunggah aksinya memperjuangkan kesehatan sang anak di Instagramnya, @santiwarastutisanti.

Dalam postingan itu, Santi juga mengunggah sepucuk surat yang ditujukan untuk Mahkamah Konstitusi (MK).

Surat itu kemungkinan dimaksudkan agar MK melakukan uji materi peraturan yang melarang penggunaan ganja di Indonesia.

"Kepada Hakim MK yang Mulia, tolong angkat kekhawatiran saya. Setiap hari terbayang akan satu-persatu teman anak saya yang tiada. Setiap anak saya tidur, selalu saya lihat dadanya. Masih naik turunkah? Masih bernapaskah? Belum lagi ketika kejangnya muncul. Pikiran saya berhenti bekerja akal saya entah kemana, dan saya harus berusaha sekuat tenaga menjaga kewarasan saya."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved