Wisata Lampung

Alyn Tapis Tawarkan Beragam Oleh-oleh Khas Lampung

Alyn Tapis di Kota Bandar Lampung bisa menjadi tempat membeli oleh-oleh khas Lampung. Di sini ada beragam cinderamata dari Tapis Lampung.

Tayang:
Editor: Gustina Asmara
Tribunlampungtravel. com/Agustina Suryati
Alyn Tapis di Kota Bandar Lampung, salah satu tempat membeli oleh-oleh khas Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Berkunjung ke Kota Bandar Lampung, wajib donk membeli oleh-oleh khas daerah ini. Salah satu tempat untuk membeli oleh-oleh di Kota Bandar Lampung yakni di Alyn Tapis di Jalan Pagar Alam Nomor 23/171, Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Alyn Tapis beroperasi mulai pukul 8.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Di tempat ini terdapat banyak sekali oleh-oleh atau beragam cinderamata handmade khas Lampung. Cinderamata itu terbuat dari kain Tapis Lampung.

Cenderamata tapis tersebut bisa berwujud kain, rok, dress, kaus, tas, dompet, aksesori, suvenir, pajangan, topi, peci, jilbab, selempang, dan lain-lain.

Selain tapis, ada pula kain bordir motif tapis dan dompet sulam usus.

Diketahui, kerajinan ala Alyn Tapis tersebut memiliki tampilan sulaman yang rapi dengan motif tapis beragam.

Harga produknya juga beragam, mulai dari yang paling terjangkau yakni Rp 5.000 sampai jutaan rupiah untuk kain tapis kualitas premium.

Jarang ada konsumen yang kecewa dengan tapis produksi Alyn Tapis.

Sejak 2017

Novi, pemilik Alyn Tapis, mengaku telah merintis usahanya ini sejak 2017.

Alyn merupakan nama sapaan anak perempuannya yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Tapis tersebut dibuat secara handmade dan merupakan hasil karya para perajin yang telah diberdayakan oleh Novi.

Wanita ini berhasil memberdayakan sejumlah perajin di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya.

"Bisa saya katakan Alyn Tapis ini memiliki konsep pemberdayaan masyarakat. Kami punya perajin binaan dan juga perajin yang bermitra," katanya.

Perajin yang sempat diberdayakan mayoritas adalah kelompok ibu-ibu.

Kelompok tersebut diajarkan tentang tata cara membuat kerajinan tapis.

Satu di antara kelompok binaannya ada yang hanya sampai pada tahap belajar, ada pula yang berlanjut menjadi perajin mitra.

"Peminatnya banyak untuk belajar tapis. Tapi masih sedikit yang berminat untuk fokus menjadi seorang perajin," jelas Novi.

Novi merekrut generasi penerus melalui para ketua kelompok yang bertugas menjadi perantara.

"Pernah juga ada perajin yang menghubungi, lalu ketemuan kemudian baru kami rekrut," ujarnya.

Pihaknya telah menjalankan misi pemberdayaannya hingga ke Kabupaten Pesawaran hingga Pringsewu.

Berbekal misi tersebut, Novi menghampiri satu persatu kelompok binaannya yang berada di luar Kota Bandar Lampung.

Rumah Produksi

Khusus di Kota Bandar Lampung, Alyn Tapis memiliki rumah produksi yang lokasinya terpisah dengan toko.

Diketahui, Alyn Tapis sering menjadi tempat singgah rombongan wisatawan dari luar kota yang melintasi area pusat oleh-oleh Lampung tersebut.

Bahkan sempat juga kedatangan wisatawan asing asal Yunani.

Selain itu, Alyn Tapis juga sering mendapat order borongan dari berbagai instansi pemerintahan hingga swasta.

Alyn Tapis juga mempermudah jalan calon pelanggan yang ingin order secara online.

Ia pun membuat website khusus dengan nama Alyntapis.com.

Website tersebut berfungsi agar pelanggan tahu lebih lengkap seputar informasi ragam produk yang tersedia.

Pelanggan bisa langsung berbelanja melalui website tersebut dan bisa mendapat voucher diskon.

"Kami juga ada di Shopee, Bukalapak, Blibli, dan PaDiUMKM," tambahnya.

Harga Produk

Produk di Alyn Tapis dibanderol mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Novi mengatakan, banyak konsumen yang belum tahu perbedaan tapis premium dan tapis biasa.

Dia menjelaskan, dilihat dari sisi motif, banyak tapis yang sekilas terlihat sama.

Namun bila diperhatikan lebih detail lagi, kata Novi, pasti setiap produk ada perbedaannya.

"Kadang kalau sudah diperhatikan juga konsumen masih belum sepenuhnya tahu dari mana letak perbedaannya dan mengapa perbandingan harganya cukup jauh. Sebenarnya harus diberikan edukasi lebih dulu," jelas Novi.

Seraya mengambil empat jenis kain tapis berbeda, Novi menerangkan perbedaan tapis premium dan tapis biasa.

Ia menuturkan, pada intinya perbedaan kualitas tapis terletak pada jenis bahan kain, benang, dan cara menyulamnya.

Warna Benang

Secara kasat mata, perbedaan terletak pada warna benang. Tapis biasa menggunakan benang kristal yang memiliki warna lebih cerah.

Sedangkan tapis premium menggunakan sejenis benang tembaga yang memiliki warna lebih elegan atau tidak terlalu mencolok.

Jenis Sulaman

Motif sulaman biasanya terlihat sama. Tetapi bila diperhatikan lebih teliti, akan terlihat bedanya.

Tapis biasa disulam secara langsung dari bentuk benang awalnya. Sedangkan tapis premium disulam dengan cara dipelintir dahulu benangnya.

Menurut Novi, proses memelintir benang cukup memakan waktu. Ditambah lagi, menyulam motif tapis juga membutuhkan waktu lama.

Menurutnya, kelebihan sulam pelintir bisa dirasakan dengan cara diraba. Benang yang terpasang lebih kencang dan tidak akan bergeser sedikit pun.

Dengan begitu, kualitas tapis menjadi lebih baik dan tentu saja tahan lama.

"Benang juga menjadi faktor penentu standar kualitas sebuah tapis. Yang pasti, tapis yang menggunakan benang pelintir tentunya lebih baik karena menghasilkan kain tapis yang sulamannya lebih rapi dan kencang," terang Novi.

Berat Benang

Seperti yang telah dikatakan Novi, benang menjadi faktor penentu utama kualitas tapis selain kain.

Benang tembaga yang digunakan pada kain tapis premium lebih berat dan padat dibanding dengan benang kristal.

Diketahui, benang tembaga diimpor dari India. Sedangkan benang kristal didatangkan dari China.

Menurutnya, di Indonesia belum terdapat kedua jenis benang tersebut.

Bahan Kain

Bahan kain tentu juga menjadi faktor penentu kualitas. Bahan kain tapis premium menggunakan bahan yang lembut dan adem.

Daftar produk Alyn Tapis:

1. Aksesori/suvenir: Rp 5.000-Rp 75.000
2. Dress batik wanita (panjang): Rp 375.000
3. Outer batik Lampung: Rp 250.000
4. Outer list tapis: Rp 250.000
5. Outer tapis (panjang): Rp 550.000-Rp 850.000
6. Hiasan dinding tapis: Rp 115.000-Rp 980.000
7. Jilbab tapis: Rp 150.000-Rp 250.000
8. Kain tapis (batik, lilit, inuh, sungkit, pecah beling, songket): Rp 108.000-Rp 2.000.000.
9. Kaus tapis: Rp 150.000
10. Kaus sablon Lampung: Rp 120.000
11. Kemeja batik: Rp 275.000-Rp 325.000
12. Kemeja tapis: Rp 550.000-Rp 660.000
13. Masker tapis, batik, princess, queen silver: Rp 20.000-Rp 150.000
14. Peci, kikat tapis: Rp 40.000-Rp 350.000
15. Selempang kostum, full tapis: Rp 115.000-Rp 300.000
16. Sulam usus (tutup kue/clutch): Rp 25.000-Rp 250.000
17. Tas/dompet tapis: Rp 60.000-Rp 400.000
18. Totebag tapis: Rp 85.000-Rp 150.000
19. Topi tapis: Rp 100.000

(Tribunlampungtravel. com/Agustina Suryati)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved