Ibu dan Anak Meninggal Kebakaran

Kebakaran di Bandar Lampung, Api Hanguskan 26 Unit Bedengan dan 4 Rumah Permanen

Kebakaran di Kota Karang Raya, Telukbetung Timur, Bandar Lampung hanguskan 30 rumah. 26 rumah bedengan, dan 4 rumah permanen.

Tayang:
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama
Kebakaran terjadi di Telukbetung Timur, Bandar Lampung pada Rabu (6/7/2022) malam. Sebanyak 26 rumah bedengan dan 4 rumah lainnya habis terbakar. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahmah mengatakan, ada 30 hunian di Kelurahan Kota Karang Raya, Telukbetung Timur, yang terbakar dalam kejadian kebakaran pada Rabu (6/7/2022) malam.

Rincian rumah yang terbakar terdiri dari 26 rumah bedengan, dan 4 rumah permanen.

Menurut Syamsul Rahman, kondisi padat pemukiman dan bahan bangunan yang didominasi oleh kayu dan bahan lain yang mudah terbakar menjadi sebab mudahnya api dengan cepat meluas.

Apalagi, akses menuju ke lokasi kebakaran tersebut sulit dilalui oleh mobil damkar. Akibatnya, petugas harus membuat manuver yang berdampak keterlambatan sampai di lokasi kebakaran.

"Jalannya lumayan sempit,  ditambah banyak masyarakat yang melihat kejadian kebakaran membuat petugas sedikit kesulitan melawan waktu," kata Syamsul, Kamis (7/7/2022).

Dikatakannya, butuh waktu tiga setengah jam untuk bisa memadamkan korban api yang melalap habis komplek rumah bedengan.

"Digunakan sebanyak 21 unit kendaraan pemadam dengan jumlah personel yang bergerak 89 orang," ujarnya.

Saat ditanya terkait kerugian dalam peristiwa kebakaran tersebut, Syamsul menegaskan, pihaknya belumlah melakukan penafsiran untuk kerugian materil dalam kejadian tersebut.

Namun, dirinya membenarkan ada dua orang korban jiwa dalam kejadian tersebut, serta beberapa warga yang mengalami luka ringan.

Diketahui, kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Kota Karang Raya, Telukbetung Timur, Bandar Lampung pada Rabu (6/7/2022) sekira pukul 20.30 WIB.

Peristiwa tersebut menyisakan mendalam bagi para korban. Si jago merah melumat habis 26 rumah bedengan berikut isinya hingga rata dengan tanah.

Tak ada yang bisa diselamatkan warga, hanya baju yang berada di badan yang masih tersisa.

Junaidi, (52) salah satu korban yang rumahnya ludes terbakar menuturkan, hanya menyisakan pakaian yang ia kenakan.

Ayah tiga anak ini, mengaku kebungungan saat kebakaran hebat itu terjadi. Tak ada lagi yang ia pikirkan selain dirinya dan anggota keluarganya.

"Semuanya tak tersisa, barang-barang berharga gak ada yang sisa, itu STNK, BPKB juga ikut kebakar, surat-surat nikah, perabotan isi rumah gak ada yang bisa diselamatkan, Alhamdulillah keluarga masih selamat," ungkap Junaidi.

Dikatakannya, saat kejadian dirinya sedang berada didalam rumah. Tiba-tiba, warga banyak yang berteriak kebakaran.

"Pas keabakaran, api sudah besar, saya lagi di dalem rumah, denger orang teriak langsung lari," ucap Junaidi.

Dirinya membenarkan bila dalam kejadian tersebut ada korban jiwa ibu dan anak yang meninggal dunia. 

Menurut Junaidi, rumahnya tepat berada di samping rumah bedeng dimana ibu dan anak yang meninggal dunia.

"Rumah saya tepat disamping dua rumah ibu dan anak yang meninggal," ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Ani, warga yang turut menjadi korban kebakaran. Dia juga tak sempat menyelamatkan harta bendanya yang ada dirumah.

"Gak kepikiran lagi, cuma keluarga aja. Udah bawa badan aja Alhamdulillah," kata dia.

Sementara itu, saat ini pihak TNI/Polri dan BPBD tengah melakukan pengamanan dilokasi.

Sejumlah aparat tersebut sudah memasang garis polisi agar warga tidak boleh masuk ketempat kejadian.

Hendak Selamatkan Anaknya, Seorang Ibu Meninggal

Kisah tragis Ayu Fitriana, ibu yang berusaha menyelamatkan anaknya saat kebakaran melanda rumah bedeng di Kota Karang, Bandar Lampung, ikut menjadi korban meninggal dunia bersama putrinya, Rubi. 

Ayu Fitriana yang tak berhasil menyelamatkan putrinya, juga ditemukan meninggal dunia bersama anak yang berusaha ia selamatkan.

Sebelum api berkobar menghabiskan deretan rumah bedeng di Kota Karang, Bandar Lampung, Ayu Fitriana saat itu sedang mengobrol dengan tetangganya.

Begitu melihat api berkobar, Ayu Fitriana yang sedang santai bersama tetangganya langsung lari ke dalam rumah demi menyelamatkan anaknya yang saat itu sedang tidur sendirian.

Ayu Fitriana tak peduli dengan api yang telah melahap sebagian bangunan rumahnya dan menerabas masuk ke dalam rumah.

Jenazah Ayu Fitriana ditemukan bersama dengan jasad putrinya Rubi.

Ani, tetangganya yang saat itu sedang mengobrol dengan Ayu Fitriana, mengungkapkan detik-detik Ayu Fitriana menerobos kobaran api yang yang membakar rumah-rumah bedeng.

"Dia itu di luar udah saya ajak lari, tapi dia (Ayu Fitriana) bilang anak saya masih di dalam, terus dia paksa masuk dan akhirnya ikut terbakar," kata Ani.

Bangunan bedeng yang semi permanen membuat api dengan cepat membesar dan merambat.

Ayu Fitriana yang berjuang menyelamatkan anaknya tidak sempat lagi menyelamatkan diri, termasuk sang balita.

Peristiwa nahas meninggalnya ibu dan anak dalam kebakaran yang terjadi di Kota Karang, Bandar Lampung menjadi cerita pahit bagi keluarga.

Keluarga hanya bisa berusaha ikhlas dan berbesar hati menerima kenyataan dua orang yang mereka cintai meninggal dunia dalam kondisi tragis saat bedeng kontrakannya terbakar.

Hermanto kakak kandung Ayu Fitriana, hanya bisa duduk berdiam diri melihat puing-puing rumah adiknya yang sudah rata dengan tanah. 

Hermanto juga menyaksikan kondisi jasad adik kandungnya setelah kebakaran besar menghanguskan rumah milik adiknya.

Kondisi ibu dan anak korban kebakaran ditemukan di antara puing-puing kebakaran.

Sementara anggota keluarga lainnya hanya bisa mengusap air mata atas kejadian ini.

Mereka tak pernah membayangkan kenyataan ini terjadi pada anggota keluarganya.

"Ya saya cuma bisa berdoa semoga ditempatkan ditempat terbaik adik saya sama keponakan saya," kata dia yang tak bisa menyembunyikan kesedihan dari raut wajahnya dilokasi Lebak, rumah bedeng Sinar Utama, Kotakarang Raya, Kamis (7/7/2022).

Hermanto menceritakan momen terakhir saat Ayu Fitriana bersama anaknya berkunjung ke kediamannya belum lama ini.

Saat itu, Rubi, keponakannya yang berusia dua tahun tak ingin pulang dari rumahnya.

"Kemarin memang anaknya itu gak mau pulang," kata dia.

Hermanto berharap, Ayu Fitriana bersama anaknya bisa bersama-sama di surga.

"Mereka berdua meninggal dalam keadaan mati syahid, semoga Allah mempersatukan mereka di Surga," kata dia.

BPBD Dirikan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk korban kebakaran di Jalan Teluk Ratai, Kelurahan Kota Karang Raya, Telukbetung Timur, Bandar Lampung.

Diketahui sebanyak 26 rumah warga yang berupa bedengan hangus terbakar.

Pendirian tenda dan dapur umum ini berada di dekat lokasi kebakaran.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Syamsul mengatakan pihaknya menyiapkan fasilitas darurat untuk korban kebakaran.

"Ya kita siapkan tenda dan dapur umum untuk korban kebakaran," kata Syamsul saat diwawancarai dilokasi, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, dapur umum akan menyediakan makan siang dan makan malam bagi para warga yang rumahnya habis terbakar.

Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyalurkan bantuan makanan ringan, mie instans dan air mineral untuk para warga korban dari kejadian kebakaran.

"Makan siang, makan malam akan kita siapkan, nah untuk sekarang mereka sudah diberikan roti-roti, mie instan, dan air mineral," ujar Syamsul.

(Tribunlampung.co.id/Vincent Soma Ferrer/Kiki Adiparatama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved