Berita Lampung

Gerah 3 Tahun Rusak Parah, Warga Lampung Tengah Lakukan Perbaikan Jalan

Warga Dusun Mulyo Katon, Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah berinisiatif untuk bersama-sama lakukan perbaikan jalan.

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq
Ilustrasi warga Dusun Mulyo Katon, Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah lakukan perbaikan jalan. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Warga Dusun Mulyo Katon, Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah berinisiatif untuk bersama-sama lakukan perbaikan jalan, Kamis (14/7/2022).

Kegiatan perbaikan jalan tersebut dilakukan lantaran dalam kondisi rusak parah dan tidak kunjung mendapat perhatian pemerintah setempat.

Aksi perbaikan jalan tersebut demi memperlancar akses Desa Sidorahayu, Digoel, Badran Sari menuju Totokaton, Punggur, Lampung Tengah.

Joni, warga Totokaton mengatakan, jalan tersebut sudah 3 tahun tak kunjung diperbaiki.

"Jalan ini dulunya pernah diaspal sekali, namun sekarang rusak dan tak kunjung diperbaiki sampai parah," ungkapnya.

Baca juga: Harga Cabai Turun Jadi Rp 80 Ribu per Kg di Lampung Tengah

Baca juga: Polres Lampung Tengah Kembali Gelar Vaksin Presisi Tahap I, II, dan III

Ia menjelaskan, bahan yang digunakan untuk menambal jalan yaitu sumbangan dari warga berupa reruntuhan semen bekas bangunan.

"Warga dapat bahan timbunan dari hibah tetangga sebanyak 1 rit, kami angkut pakai truk," katanya.

Ia menuturkan, 1 rit bahan timbunan dapat digunakan untuk menambal jalan sejauh 500 meter atau lebih.

Joni mengatakan, peralatan yang kami siapkan cukup lengkap, yaitu cangkul dan palu bodem.

"Tiap partisipan gotong royong menggunakan cangkul dan palu bodem, orang pegang 1 alat," jelas Joni.

Joni menambahkan, antusiasme warga dalam gotong royong ini cukup baik, dibuktikan dengan jumlah partisipan yang mencapai 12 orang.

"Warga lain yang tak sempat memberi bantuan tenaga, mereka berkontribusi dengan memberi kopi dan kue untuk para partisipan," ujarnya.

Baca juga: DKP3 Metro Temukan 5 SKKH Palsu dari Kabupaten Lampung Tengah

Baca juga: Harga Cabai Melambung Tinggi, Disdag Lampung Tengah Pantau Harga Cabai di Pasar Bandar Jaya

Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan dari jalan rusak selain akses jadi lambat, genangan air dan debu yang beterbangan jadi faktor ketidaknyamanan warga.

Joni menambahkan, debu akibat pengguna jalan yang lewat dikhawatirkan mengganggu kesehatan anak yang tinggal dan bermain di pinggir jalan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved