Berita Terkini Artis

Awal Mula Kecurigaan Jessica Iskandar Diduga Ditipu Steffanus Budianto hingga Rp 9,8 Miliar

Aktris Jessica Iskandar ungkap awal kecurigaannya ditipu oleh rekan bisnya bernama Steffanus Budianto hingga Rp 9,8 miliar.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: taryono
Kolase Instagram @inijedar
Ilustrasi Jessica Iskandar. Aktris Jessica Iskandar ungkap awal kecurigaannya ditipu oleh rekan bisnya bernama Steffanus Budianto hingga Rp 9,8 miliar. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Jadi korban penipuan hingga Rp 9,8 miliar, Jessica Iskandar ungkap awal mula kecurigaannya pada komisaris perusaahan rental mobil Triip.id, Christoper Steffanus Budianto.

Diketahui Jessica dan suaminya, Vincent Verhaag menjadi korban penipuan dan penggelapan 11 mobil setelah bekerja sama dengan Triip.id melalui Steffanus.

Adapun 11 mobil yang diduga digelapkan Steffanus di antaranya, 5 unit Alphard, 2 unit Porsche, 1 unit Mercedes Benz S Class, 1 unit Hummer, 1 unit Land Cruiser, dan 1 unit Mini Cooper.

Pemain film Dealova ini mengungkapkan mulanya ia percaya dengan Steffanus.

Pasalnya selama ini mereka kerap mendapatkan kiriman bukti mutasi rekening terkait dengan kerja sama mereka.

Baca juga: Jessica Iskandar Disebut Paksa Steffanus Buat Pengakuan Menipu, Draf dari Mbak Jedar

Baca juga: Steffanus Budianto Bantah Menipu Jessica Iskandar tapi Akui Wanprestasi

Hanya saja, Jessica Iskandar akhirnya menyadari ada kejanggalan ketika dirinya melakukan pengecekan mutasi rekening di bank soal uang transferan Steffanus senilai Rp300 juta.

Pihak bank mengatakan tidak ada transaksi yang dimaksud oleh Jedar, sapaan akrabnya.

Pernyataan tersebut akhirnya membuat ibu dua anak ini mulai bertanya-tanya akan tindakan rekan bisnisnya, Steffanus.

"Awalnya (kecurigaan) tuh dari transfer rekening gitu, transfer rekening pas saya cek mutasi nggak masuk."

"Terus saya cek ke bank, terus kata banknya memang nggak ada transaksi dan ternyata saya mulai bertanya-tanya kepada Steven ini," ungkap Jessica Iskandar dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Jumat (15/7/2022).

Ia pun lantas bertanya pada Steffanus. Akan tetapi, mantan kekasih Richard Kyle ini diminta untuk terus melakukan pengecekan transaksi di bank.

Namun tak lama, salah seorang kerabat, Merry kemudian mengabarkan Jessica Iskandar ditipu Steffanus, bahkan pria tersebut diketahui telah melarikan diri ke Singapura.

Baca juga: Pihak Steffanus Tak Terima Dituding Menipu, Suami Jessica Iskandar: Kami Tunggu!

Baca juga: Sikap Rekan Bisnis Jessica Iskandar Bikin Vincent Verhaag Bereaksi

"Tapi tetap suruh saya cek terus cek sampai akhirnya ada kerabat kami, saya dan Steven, bernama Merry yang informasi ke saya bahwa Steven ini menipu dan sudah kabur ke Singapura," ucapnya lagi.

Selain itu, Vincent Verhaag mengatakan sejak mendapatkan kabar penipuan, pihaknya langsung melakukan cross check ke bank perihal mutasi rekening yang dikirimkan oleh Steffanus Budianto.

Pasangan suami istri itu kemudian baru mengetahui bahwa selama ini mereka telah dibohongi. Sebab, semua mutasi rekening yang mereka terima ternyata palsu.

"Selama ini memang dia mengirimkan mutasi rekening, itu betul. Saat itu kami percaya dia sudah kirim, tapi pas ada omongan dia menipu, kami cross check sama bank kami."

"Lalu di situ ketahuan ternyata mutasinya bodong semua, palsu. (Mutasi rekening) Yang diberikan oleh Steven ternyata itu palsu," kata Vincent menambahkan.

Sebelumnya diberitakan Jessica Iskandar mengaku ditipu oleh Christoper Steffanus Budianto hingga Rp9,8 miliar.

"Kerja sama bisnis yang dimaksud oleh Steven adalah saya menitipkan mobil pribadi saya, Alphard dengan plat nomor B 73 DAR untuk disewakan oleh Steven melalui Perusahaan nya, Triip.id, selama 1 (satu) tahun," ucap Jedar.

"Karena mobil tersebut berada di Jakarta, maka Steven menawarkan akan mengambil mobil tersebut di Jakarta dengan pembagian keuntungan Rp. 66 Juta Per 3 (tiga) Bulan," tambahnya.

Kemudian, diakui istri Vincent Verhaag, Steven turut meminta BPKB dan STNK mobilnya untuk diserahkan dengan alasan kendaraannya akan disewakan ke salah satu aparat negara.

"Karena saya percaya dengan steven, saya memberikan BPKB serta STNK mobil saya kepada Steven," ungkapnya.

Tak lama kemudian, Jedar membeli mobil Mini Copper untuk dipakai pribadi di Bali.

Kemudian, Steven menawarkannya untuk disewakan dengan bagi hasil Rp35 juta per bulan.

"Dikarenakan Mobil Mini Cooper tersebut masih memakai plat bantuan, maka Steven menawarkan kembali untuk dibantu percepatan pengurusan BPKB serta STNKnya. Saya kembali mempercayakan hal tersebut kepada Steven," jelasnya.

"Steven meyakinkan saya agar ia yang menyimpan BPKB serta STNK tersebut," tambahnya.

Kemudian, diakui Jedar, Steven menawarkannya empat mobil Alphard, dua Porsche, dan satu unit Hummer untuk dibeli olehnya secara gadai.

"Saya tertarik kepada Mobil-Mobil tersebut sehingga saya membelinya semua, dengan perjanjian lewat dari 2 bulan maka kendaraan yang digadaikan akan menjadi hak milik saya," katanya.

"Steven kembali menawarkan mobil-mobil tersebut untuk disewakan melalui Perusahaan Triip.id milik Steven dengan pembagian keuntungan yang berbeda dari setiap Mobil," tambahnya.

Jedar mengatakan, Steven juga menawarkan untuk patungan membeli mobil satu Unit Mercedess Benz S Class, dengan alasan sudah ada penyewa dari salah satu Kedutaan Besar Arab untuk kendaraan Operasional Duta Besar, serta satu unit Land Cruiser yang sudah ada penyewa dari Corporate selama satu tahun.

"Semua Kendaraan Mewah tersebut, Steven bilang akan disewakan oleh Aparat serta Pejabat Negara serta akan disewakan untuk Operasional kendaraan G20 di Bali dengan pembagian keuntungan yang berbeda-beda disetiap Mobilnya," terangnya.

"Keseluruhan hasil Kerjasama tersebut akan di bayarkan perbulan oleh Steven. Kembali lagi, steven meyakinkan bahwa BPKB serta STNK akan dipegang oleh Steven karena Plat Mobilnya akan diganti sementara," sambungnya.

Selain mobil mewah itu, ibu dua anak tersebut menyerahkan uang sebesar Rp 30 ribu US Dollar, yang dirupiahkan Steven seharga Rp 15 ribu per dolarnya.

Merasa ditipu, ibu dua anak ini melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Metro Jaya 15 Juni 2022.

Laporan Jessica Iskandar ditipu itu pun telah diterima dengan nomor LP/B/2947/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Di lain sisi, Steffanus bantah menipu Jessica Iskandar, tetapi mengakui telah melakukan tindakan wanpretasi.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Steffanus, Togar Situmorang.

Saat diminta menjelaskan pernyataannya, Tagor membenarkan bahwa ini lebih kepada kasus wanprestasi dari Steffanus kepada Jessica Iskandar.

Sementara tentang dugaan penipuan yang disebut diakui Steffanus, dia melanjutkany bahwa pengakuan tersebut diucapkan kliennya setelah mendapatkan desakan dari Jessica Iskandar.

"Nah, sementara, yang dinyatakan (Jessica soal) klien kami mengaku menipu, itu tidak mengaku menipu. Itu diminta oleh pihak Jedar sendiri untuk membuat surat pernyataan," ucap Tagor.

Menurut Tagor, draf surat pernyataan pengakuan menipu itu bahkan dibuat oleh Jessica Iskandar.

"Bukan. Itu kan atas desakan Jedar, disuruh buat surat pernyataan. Bukan yang, 'iya saya menipu kamu'," ucapnya.

"Dari Jedar, (suruh Steffanus) bikin pengakuan. Itu kan tidak ada tandatangan materi. Lalu, pengakuan itu ditaruh di kepolisian."

"Iya setelah didesak. Artinya, 'kamu harus bikin dong pernyataan'. Draf dari Mbak Jedar sendiri sama Vincent," sambung kuasa hukum Steffanus Budianto. 

(Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved