Berita Lampung

Bukan Prioritas Pupuk Subsidi, Pemprov Lampung Usul ke Pusat Singkong Jadi Bahan Pokok Strategis

Singkong di Lampung sudah dipastikan tidak dapat lagi menggunakan pupuk subsidi menyusul berlakunya Permentan yang mengatur alokasi pupuk

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribunlampung / Rangga
Lapak singkong di Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, beberapa waktu lalu. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Petani singkong atau ubi kayu di Lampung sudah dipastikan tidak dapat lagi menggunakan pupuk subsidi.

Pemerintah Provinsi Lampung langsung merespons dengan merencanakan penyesuaian harga jual singkong.

Hal itu agar tidak mengganggu aktivitas tanam hingga panen para petani singkong di Lampung.

Kebijakan ini muncul pasca munculnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian

Permentan itu telah diundangkan sejak per 8 Juli 2022 kemarin.

Peraturan tersebut telah menghapus ubi kayu dan puluhan komoditas taman lainnya dalam kelompok prioritas komoditas dengan pupuk subsidi.

Saat ini, hanya sembilan (9) komoditas saja yang dialokasikan untuk mendapat pupuk subsidi.

Kesembilan komoditas itu terbagi ke dalam tiga subsektor.

Yakni subsektor tanaman pangan, yaitu padi, jagung, dan kedelai.

Subsektor hortikultura yakni cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Kemudian subsektor perkebunan hanya tebu rakyat, kakao, dan kopi.

Kesembilan komoditas di atas, dicantumkan melihat perannya sebagai komoditas pokok dan strategis nasional, sebagai komoditi pokok pangan dan strategis mengenai inflasi.

Padahal, data Pemerintah Provinsi Lampung menyebut Lampung sebagai penghasil singkong nomor satu nasional.

Menyoal itu, Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim saat ini sedang mencoba mengusulkan singkong untuk ditambahkan sebagai bahan pangan pokok dan strategis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved