Berita Lampung

Oknum Bidan di Lampung Diduga Gelapkan 4 Mobil Rental, Kapolsek Geleng-geleng

Oknum bidan yang diduga menggelapkan empat unit mobil rental kini diamankan di Polsek Telukbetung Selatan. Polisi masih melakukan pendalaman.

Editor: Yoso Muliawan
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Dugaan Penggelapan mobil - Annisa Maharani (29), warga Kota Metro, saat diwawancarai Tribunlampung.co.id di depan Polsek Telukbetung Selatan, Minggu (31/7/2022) malam. Ia dimintai keterangan oleh polisi terkait laporan penggelapan mobil rental yang diduga melibatkan oknum bidan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Oknum bidan di Lampung diduga menggelapkan empat unit mobil rental.

Oknum bidan yang berpraktik di Kota Bandar Lampung ini diduga meraup Rp 30 juta dari penggelapan per unit mobil rental tersebut.

Kapolsek Telukbetung Selatan, Polresta Bandar Lampung, Kompol Adit Priyanto, mengungkapkan, oknum bidan itu diduga menggelapkan empat unit mobil rental dari dua orang korban.

Seorang korban di antaranya diduga digelapkan hingga tiga unit mobil rental oleh oknum bidan tersebut.

"Ada satu korban dengan tiga unit mobilnya yang dipinjam (dirental), lalu digelapkan kepada orang lain sampai Rp 30 juta per satu unitnya. Dikalkulasikan tiga unit mobil, jadi totalnya Rp 90 juta," jelas Kompol Adit Priyanto saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Minggu (31/7/2022).

Dalam proses interogasi, Kompol Adit Priyanto mengaku sampai dibuat geleng-geleng kepala oleh oknum bidan tersebut.

"Saya tergeleng-geleng dengan terduga pelaku ini. Saat diinterogasi, mukanya tebal. Dia (oknum bidan) ini ahlinya dari ahli penggelapan," katanya.

Dua Korban Melapor

Polsek Telukbetung Selatan telah menerima laporan dari dua orang korban terkait dugaan penggelapan mobil rental oleh oknum bidan di Bandar Lampung tersebut.

"Kami baru menerima laporan dari dua orang korban, dengan empat unit mobil yang disewa dari korban, lalu digelapkan oleh oknum bidan tersebut," kata Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Adit Priyanto.

Polsek Telukbetung Selatan masih mendalami kasus ini.

Jika ada korban lainnya, Kompol Adit Priyanto mengimbau agar melapor ke Polsek Telukbetung Selatan.

"Kami telah mengamankan oknum bidan itu di Polsek Telukbetung Selatan. Kami masih melakukan pengembangan secara akurat," ujarnya.

Sinyal GPS Hilang

Seorang korban, Annisa Maharani (29), warga Kota Metro, membenarkan sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Telukbetung Selatan.

Laporan tertuang dalam surat bernomor TBL/B-1/214/VII/2022/RESTA BALAM/SEKTOR TBS, tertanggal 21 Juli 2022.

"Malam ini saya dari Metro sengaja dipanggil lagi ke Bandar Lampung oleh polisi untuk memberikan keterangan lainnya," kata Annisa, Minggu (31/7/2022) malam.

Annisa menceritakan, pada 24 Juni 2022, oknum bidan tersebut meminjam mobil Toyota Innova warna hitam bernomor polisi B 1940 SKO milik usaha rentalnya, dengan masa sewa 10 hari.

Mobil rental yang disewa itu disebut akan dibawa oleh oknum bidan itu ke Kabupaten Pesisir Barat.

Saat penyerahan mobil rental pada 24 Juni 2022, beber Annisa, suaminya langsung mengantarkan ke rumah yang sekaligus klinik oknum bidan tersebut.

"Pas suami saya antar mobil sewaan ini, sedang banyak pasien yang ke rumah dan kliniknya untuk berobat," ujar Annisa.

Annisa menjelaskan total uang sewa mobil rental tersebut senilai Rp 4 juta selama 10 hari.

“Baru dibayar Rp 2 juta, sisanya Rp 2 juta lagi,” katanya.

Saat jatuh tempo pada 4 Juli 2022, pihaknya tidak bisa menemui oknum bidan DA itu.

Menurut Annisa, hanya ada pegawai dari oknum bidan itu yang memberikan uang sisa sewa mobil rental sebesar Rp 2 juta.

"Jadi, oknum bidan ini awalnya pinjam mobil untuk pergi ke Pesisir Barat. Katanya di sana ada proyek. Dia minta saya agar mobil rentalnya cepat diantar," ujarnya.

Tiga hari setelah penyewaan, Annisa sebenarnya sudah curiga.

Sebab, berdasarkan sinyal GPS, mobil tidak pergi ke Pesisir Barat.

“Perginya ke Tegineneng, (Kabupaten) Pesawaran, dan setelah itu sinyal GPS hilang,” katanya.

Oknum bidan ini, lanjut Annisa, sempat ingin meminjam mobil lainnya.

Namun, karena oknum bidan itu baru dikenalnya, Annisa pun enggan meminjamkan mobil lainnya.

“Saya harap polisi bekerja maksimal,” ujarnya.

IBI Tak Beri Dampingan

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bandar Lampung menyesalkan adanya oknum bidan yang tersandung kasus dugaan penggelapan mobil rental.

Ketua IBI Bandar Lampung Elya Eva membenarkan ada seorang oknum bidan yang terbelit masalah hukum terkait dugaan penggelapan mobil rental.

“Beliau anggota IBI Bandar Lampung. Saya kecewa, ini merusak nama baik bidan,” ujar Elya saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Senin (1/8/2022).

Apakah akan ada pendampingan hukum dari IBI terhadap oknum bidan itu? Elya menyatakan tidak ada, karena persoalan tersebut bersifat pribadi.

“Kalau dia dalam praktik ada persoalan yang menjeratnya, maka akan ada bantuan hukum. Tapi kalau urusannya bersifat pribadi, tidak ada pendamping hukum. Itu diserahkan kepada pribadi bidan tersebut,” jelas Elya.

Mengenai izin praktik oknum bidan itu, Elya menyatakan akan mengonsultasikannya ke Dinas Kesehatan Bandar Lampung.

“Tempat praktiknya akan disetop dahulu karena oknum bidan itu sedang menjalani proses hukum. Tidak bisa diwakilkan ke asistennya, takutnya nanti malah terjadi malapraktik,” katanya. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved