Kecantikan

Sering Tidak Diperhatikan, Inilah Ciri-ciri dari Skin Barrier yang Mengalami Kerusakan

Skin barrier memiliki fungsi untuk menjaga kulit dari serangan dari luar kulit, seperti bakteri atau kuman, radikal bebas, sinar ultraviolet.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: teguh_prasetyo
Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
dr Desidera Husadani, Sp.DV dari Klinik Skin Rachel jadi pembicara di Bincang Kecantikan Tribun Lampung, Senin (15/8/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Skin barrier atau sawar kulit adalah sistem pertahanan kulit yang sebenernya ada di seluruh lapisan kulit, namun yang paling utama di stratum korneum yang ada di epidermis (lapisan teratas kulit)

dr Desidera Husadani, Sp.DV dari Klinik Skin Rachel mengatakan, fungsi skin barrier adalah untuk menjaga kulit dari serangan dari luar kulit, seperti bakteri atau kuman, radikal bebas, sinar ultraviolet.

Selain itu, skin barrier juga berfungsi menjaga air yang didalam kulit agar jangan sampai menguap keluar kulit dan menyebabkan kulit kering, serta menjaga kelembaban kulit.

"Namun semua fungsi itu hanya bisa didapatkan apabila skin barrier dalam keadaan baik," kata dokter yang juga praktek di Rumah Sakit Imanuel dalam Bincang Kecantikan, Senin 15 Agustus 2022.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Skin Barrier yang Jadi Benteng Pertahanan Kulit

Ada orang-orang yang skin barriernya rusak yang disebabkan oleh faktor usia, penyakit genetik seperti dermatitis atopik dan xerosis, serta menggunakan skincare yang terlalu iritatif atau tidak tepat. 

Selain itu skin barrier rusak juga bisa disebabkan oleh bekerja di luar ruangan yang sering terpapar sinar ultraviolet, bahan kimia, dan polusi.

Ciri-ciri awal skin barrier rusak adalah kulitnya kering dan jika kulit digesek atau digaruk akan muncul seperti garis putih dikulir 

"Ciri-ciri awal lain skin barrier rusak adalah kulitnya kusam, mudah merah, dan sensitif," ucap anggota Perdoski Cabang Bandar Lampung itu.

Setelah itu akan muncul kerusakan skin barrier lebih lanjut, yakni gatal, bruntusan, dan eksim.

Biasanya gatal sering terjadi pada orangtua yang skin barriernya rusak karena faktor usia. 

Kalau sudah muncul kerusakan skin barrier lebih lanjut, harus segera datang ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sebelum muncul kerusakan lebih lanjut, sebaiknya segera lakukan penanganan jika sudah muncul ciri-ciri awal dari skin barrier rusak.

Caranya dengan menggunakan sabun pembersih yang tidak ada wanginya, dan mengandung hypoallergenic.

"Kalau saat sabun dibilas kulit masih terasa licin, jangan cemas, karena sebenarnya itu bagus," urai dr Desidera.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved