Penganiayaan di Bandar Lampung

Korban Penganiayaan di Bandar Lampung Meninggal, Polisi Tetapkan Pelaku Diduga ODGJ Tersangka

Korban penganiayaan di Bandar Lampung meninggal dunia. Pihak Polresta Bandar Lampung menetapkan pelaku yang diduga ODGJ sebagai tersangka.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Suasana rumah duka korban M Firdaus (34)  di Jalan Pulau Singkep Gang Domaido 7 Lampung Rupi Sukabumi Bandar Lampung, Rabu (17/8/2022). Korban penganiayaan di Bandar Lampung meninggal, polisi tetapkan pelaku diduga ODGJ tersangka. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - M Firdaus (34) warga Jalan Pulau Singkep Gang Domaido 7 Lampung Rupi Sukabumi Bandar Lampung yang menjadi korban penganiayaan oleh orang diduga ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) Sutrisno (49), meninggal dunia.

Korban tutup usia pada Selasa (16/8/2022) pukul 23.00 wib setelah mendapatkan penanganan medis oleh pihak RS Imanuel.

Dede selaku saudara korban saat ditemui Tribun Lampung, Rabu (17/8/2022) di rumah duka mengatakan bahwa kemarin malam M Firdaus meningal dunia.

Dan pada hari ini dimakamkan di TPU Pelawi Sukabumi sekitar pukul 09.30 WIB.

"Kemarin malam itu kondisi korban memang kritis, mas Firdaus ini sempat koma," kata Dede.

Baca juga: Wali Kota Eva Dwiana Sampaikan Kabar Duka, Salah Satu Korban Penganiayaan oleh ODGJ Meninggal

Baca juga: Bocah SD di Lampung Selatan Setahun Jadi Korban Asusila Ayah Tiri, Terungkap Berkat Chat WhatsApp

"Sampai sudah tidak sadarkan diri lagi hingga ajal menjemputnya," terus dia. 

Pantauan di rumah duka, para warga berdatangan untuk melayat.

Termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga ikut mengawal korban hingga ke peristirahatannya terakhir.

Di depan rumah korban juga ada tenda biru dengan puluhan kursi plastik yang berjejer. 

Lalu ada 2 korban lainnya yang sempat dinyatakan harus menjalani operasi akibat menerima luka bacok senjata tajam jenis parang pada bagian kepala.

Yaitu Umiyati (50) dan NP (5) sudah ditangani petugas medis.

Sementara itu, korban lainnya Septa (21) telah dinyatakan membaik lantaran lukanya hanya bagian tangan kanan. 

Sementara itu korban lainnya Merry (28) juga diminta untuk operasi, tapi korban masih menunggu kabar lanjutan dari tim medis RS Imanuel.

Ketua RT tempat korban tinggal Erwati mengatakan bahwa pelaku Sutrisno (49) itu sempat mengalami depresi dan dikenal tertutup di lingkungan setempat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved