Berita Lampung

Polisi Menetapkan Ibu Kandung Siksa Anak di Lampung Utara Tersangka ,'Saya Menyesal'

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Eko Rendi mengungkapkan, ibu kandung siksa anak sendiri berinisial LFN telah ditetapkan sebagai tersangka.

tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Penyidik Satreskrim Polres Lampung Utara menetapkan ibu kandung siksa anak di Lampung Utara sebagai tersangka, Jumat (9/9/2022). Sementara anak korban akan ditangani oleh dinas terkait. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Polres Lampung Utara akhirnya menahan LFN (24),  ibu kandung siksa anak sendiri.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Eko Rendi mengungkapkan, ibu kandung siksa anak sendiri berinisial LFN telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ibu kandung siksa anak berinisial LFN, setelah penyidik Satreskrim Polres Lampung Utara melakukan gelar perkara dan rapat koordinasi dnegan dinas terkait, Jumat (9/9/2022).

Pelaku ibu kandung siksa anak sendiri telah diamankan terlebih dahulu sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Eko, pelaku diamankan setelah pihaknya memperoleh video penganiayaan yang bikin heboh warga. 

Baca juga: Alasan Ibu Kandung Siksa Anak di Lampung Utara Bikin Heboh, Kesal dengan Suami

Baca juga: Peringatan Haornas, Wabup Lampung Utara Berharap Olahraga Jadi Kebiasaan Warga

“Terduga pelaku diamankan anggota Polsek Bukit Kemuning pasca tersebarnya video penganiayaan tersebut," kata Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Okthama, Jumat 9 September 2022.

Kasat Reskrim mengungkapkan, saat ini LFN sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah kita melakukan gelar perkara dan rakor dengan Dinas terkait.

“Sementara untuk korban /anak tersangka, kami serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara dikarenakan keluarganya tidak ada yang mau mengasuh,” katanya.

Terhadap ibu kandung ini, masih dilakukan pemeriksaan, guna mengetahui apakah ada motif lain dibalik penganiayaan tersebut.

Kita juga masih mendalami, apakah perbuatan pelaku memang sudah sering kali dilakukan terhadap anak kandungnya. 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelaku, ungkap AKP Eko, pelaku sengaja membuat video tersebut. Tujuannya untuk diberikan ke Fa, suaminya melalui pesan Facebook. Tujuannya agar sang suami memberinya nafkah.

Viral di media sosial sebuah video penganiayaan yang dilakukan seorang ibu muda terhadap anak kandungnya yang masih balita. 

Baca juga: Heboh Video Ibu Kandung Siksa Anak Sendiri di Lampung Utara, Polisi Bertindak

Baca juga: Tanggapan LaDa soal Ibu Siksa Anak di Lampung Utara, Warga Jangan Abai Bila Ada Kekerasan 

Akibat rekaman video yang viral dan bikin heboh tersebut,  LFN (24) diamankan jajaran petugas Polsek Bukit Kemuning Polres Lampung Utara

Dalam beberapa video yang tersebar dijagat maya itu, LFN (24), warga Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning,  terlihat dengan teganya menendang, menginjak tubuh dan menampar wajah sang bocah. 

LFN (24), pelaku ibu kandung siksa anak mengaku menyesal telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya.

“Saya menyesal. menyesal banget,” kata perempuan yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini, Kamis 8 September 2022.

Ia menuturkan video yang beredar itu dibuat tidak dalam sehari.

Video yang dibuatnya ada yang di rekam bulan Juni 2022, dan yang terbaru pada Minggu 4 September 2022.

Ia merekam menggunakan Handphone milik adiknya.

Di Bukitkemuning, tidak ada orangtua ataupun saudaranya yang tinggal disana. 

Penyiksaan itu dilatarbelakangi, kesal terhadap suami.

 “Suaminya gak ada kabar, gak nafkahi anak,” ujar perempuan baju garis-garis ini.

Dirinya mengaku, sudah sebulan terakhir tidak diberi nafkah oleh suami ya Fa.

Fa sudah setahun meninggalkan rumah, tanpa memberi nafkah kepadanya dan kedua anaknya.

Ketika ditanya mengenai perasaannya melakukan penyiksaan, LFN mengaku sakit hati. “Saya sakit sendiri,” ujarnya.

Ia beralasan melakukan penyiksaan untuk mencari perhatian suami, agar diberi nafkah. 

Dia dengan Fa, sudah merajut rumah tangga sekitar dua tahun.

Buah perkawinan dengan Fa, LFN dikaruniai dua orang putra.

Pertama Az usia sekitar 2 tahun. Kemudian Asy yang berusia 13 bulan.

Bahkan dirinya juga mengaku tidak tega menyiksa anaknya. 

Dia berkilah hanya ingin mengetahui reaksi suaminya Fa ketika mendapati anaknya disiksa.

Sebelum melakukan penyiksaan, LFN sudah pernah bicara baik-baik kepada suaminya, mengenai tanggung jawab terhadap anaknya.

“Aku sudah ngomong baik-baik ama Dia (Fa) mau kaya mana anak ini. Sudah sebulan kamu gak ada kabar,” ujarnya.

Bukan jawaban yang mengenakan, justru sang suami malah berkata “Terserah”

Ia pun tetap menuntut nafkah darinya. 

Bahkan Dirinya sempat menawarkan bagaimana jika si anak agar diurus orang lain. 

Suami, Fa merespon nya “jangan”.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved