Rektor Unila Ditangkap KPK

LCW Minta Pengacara KRM Buka-Bukaan Nama Terlibat Perkara Mantan Rektor Unila

Lampung Corruption Watch (LCW) minta pengacara tersangka rektor Unila non aktif Prof Dr Karomani buka pihak mana saja terlibat kasus tindak korupsi.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama
Ketua LCW Juendi Leksa Utama mengatakan masyarakat juga memiliki hak untuk tahu terhadap pihak-pihak diduga terlibat dalam kasus Prof karomani, mantan Rektor Unila. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Lampung Corruption Watch (LCW) meminta kepada pengacara tersangka rektor Unila non aktif Prof Dr Karomani buka pihak mana saja diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua LCW Juendi Leksa Utama mengatakan, masyarakat juga memiliki hak untuk tahu terhadap pihak-pihak diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

LCW berpendapat dengan membeberkan pihak yang diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi rektor Unila non aktif Prof. Dr. Karomani maka publik bisa bersama-sama ikut memantau dan mengawal kasus dugaan korupsi di dunia pendidikan itu.

"Jangan berhenti hanya pada dugaan keterlibatan pada wakil rektor dua saja. Informasinya kan ada puluhan nama-nama lain yang terlibat. Buka saja agar kasusnya dapat terlihat secara terang benderang," ujar Juendi dalam rilisnya, Sabtu (10/92022) siang.

Menurutnya, pemberantasan tindak pidana korupsi itu tidak bisa hanya dibebankan pada aparat penegak hukum saja tetapi juga ini merupakan tanggungjawab bersama tanpa terkecuali masyarakat.

Baca juga: Berita Lampung Terkini 10 September 2022, Motor Mahasiswi STKIP PGRI Bandar Lampung Raib di Indekos

Baca juga: Eks Rektor Unila Buka-bukaan, Karomani Ngaku Terima Uang dari Anggota DPR RI

Pendidikan merupakan hak warga negara yang wajib dipenuhi dan dilindungi oleh negara.

Maka sudah semestinya, rakyat memiliki kepentingan langsung dalam pengungkapan perkara yang mencoreng dunia pendidikan.

"Dengan disebutkan nama- nama yang diduga terlibat dalam pusaran kasus suap menyuap ini. Maka orang yang disebutkan namanya kan memiliki waktu untuk mengklarifikasi apakah benar dia terlibat atau tidak," jelasnya.

Pengacara ini juga menyampaikan, tidak boleh menghakimi orang yang masih dalam dugaan sebelum ada putusan hakim nanti.

Bisa saja dugaan tersebut terbukti atau justru sebaliknya.

Sebelumnya, kuasa hukum Rektor Nonaktif Unila Prof. Dr. Karomani (Aom), mengungkapkan ada aliran dana Rp 650 juta dari Wakil Rektor (WR) II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Asep Sukohar.

Menolak Disebut Suap

Baca juga: Karomani Blak-blakan Bongkar Nama-nama Pemberi Uang, Ada Eks Kepala Daerah

Baca juga: Penyuap Eks Rektor Unila Prof Karomani dari Dokter hingga Legislatif, Uangnya untuk Bangun LNC

Kuasa hukum mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Karomani menolak soal pemberitaan kliennya menerima suap atau gratifikasi.

Kuasa Hukum mantan Rektor Unila Karomani, Ahmad Handoko menekankan, bahwa  para politisi dan mantan kepala daerah bukanlah menyuap kliennya. Namun menitipkan calon mahasiswa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved