Liga Inggris
Penyesalan Terbesar Chelsea soal Striker Erling Haaland
Ada penyesalan terbesar di kubu Chelsea soal striker Erling Haaland yang kini membela Manchester City.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Yoso Muliawan
Tribunlampung.co.id - Chelsea disebut memendam penyesalan terbesar soal striker Erling Haaland yang saat ini bermain di tim Liga Inggris lainnya, Manchester City.
Pada bursa transfer Liga Inggris musim panas lalu, Chelsea gagal mendatangkan Erling Haaland dari tim Liga Jerman, Borussia Dortmund.
Erling Haaland yang menjadi incaran utama Chelsea untuk mengisi lini depan sepeninggalan Romelu Lukaku yang kembali ke tim Liga Italia, Inter Milan, lebih memilih bergabung dengan Manchester City.
Saat bursa transer Liga Inggris musim panas lalu, Chelsea dikabarkan telah menyiapkan dana 150 juta pounds atau setara Rp 2,5 triliun untuk membeli Erling Haaland.
Namun, Borussia Dortmund sebagai pemilik Erling Haaland ketika itu menolak tawaran Chelsea.
Baca juga: Striker Rafael Leao Jadi Incaran Chelsea, Berharap Tambah Masa Bakti di AC Milan
Adalah wartawan sepak bola Fabrizio Romano dalam podcast-nya di channel YouTube yang menyebut Chelsea memendam penyesalan terbesar pada bursa transfer Liga Inggris musim panas lalu setelah gagal mengontrak Erling Haaland.
"Itu rupanya salah satu penyesalan terbesar Chelsea," kata Fabrizio Romano.
“Ada satu klub yang menyesali Erling Haaland, dan klub ini adalah Chelsea," ujarnya lagi.
Ketika Roman Abramovich, Petr Cech, Marina Granovskaia masih di Chelsea, mereka disebut telah mencoba mengontrak Erling Haaland sebelum akhirnya mendatangkan Romelu Lukaku.
"Tapi itu tidak terjadi, karena Borussia Dortmund menyatakan transfer itu tidak mungkin terjadi,” kata Fabrizio Romano.
“Tapi, penyesalan sebenarnya (Chelsea) adalah (saat) dengan pemilik baru (Todd Boehly)," imbuhnya.
Menurut Fabrizio Romano, kesepakatan mendatangkan Erling Haaland sebenarnya nyaris terjadi pada akhir April 2022.
Baca juga: Pelatih Chelsea Graham Potter Terancam Kehilangan Anthony Barry, Staf Pelatih Spesialis Bola Mati
Namun, ungkap Fabrizio Romano, Chelsea ketika itu memiliki waktu yang singkat.
"Jadi, Chelsea melewatkan kesempatan itu," ujar Fabrizio Romano.
"Penyesalan Chelsea bahwa Todd Boehly ingin masuk untuk penandatanganan kontrak, tapi waktu yang singkat membuatnya sulit," lanjutnya.
Fabrizio Romano kemudian memprediksi, keputusan Erling Haaland memilih Manchester City ketimbang Chelsea lantaran lebih memiliki ikatan emosional dengan Manchester City.
Seperti diketahui, Alf-Inge Haaland, ayah Erling Haaland, pernah membela Manchester City semasa masih bermain.
Para pecinta sepak bola pasti mengingat Alf-Inge Haaland yang menjadi bahan pembicaraan ketika kakinya patah diterjang Roy Keane, kapten Manchester United, dalam sebuah pertandingan derby panas duo Manchester.
"Hanya ada satu perasaan bahwa Erling Haaland akan berlabuh di City Blue (Manchester Biru/Manchester City)," kata Fabrizio Romano.
Setelah gagal mendatangkan Erling Haaland, Chelsea kini memiliki incaran lain di posisi penyerang untuk bursa transfer Liga Inggris mendatang.
Fabrizio Romano tak ragu menyebut striker AC Milan Rafael Leao menjadi target prioritas Chelsea.
Adapun Erling Haaland kini nyaman bermain di Manchester City.
Erling Haaland menjelma menjadi superstar Manchester City dengan mencetak 14 gol, 11 gol di Liga Inggris dan 3 gol di Liga Champions.
Erling Haaland bahkan mencetak gol dengan berbagai gaya: menggunakan kaki kiri dan kanan, dari dalam kotak penalti dan luar kotak penalti, hingga sundulan. ( Tribunlampung.co.id / Romi Rinando )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Chelsea-Gagal-Rekrut-Erling-Haaland-Penyesalan-Terbesar-Bagi-The-Blues.jpg)