Kebakaran di Pringsewu

Satu Jam, 7 Personel Damkar Menanggulangi Kebakaran Rumah di Pringsewu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan tujuh personel dengan satu mobil pemadam kebakaran (Damkar) mengatasi kebakaran di Pringsewu.

dok.BPBD Pringsewu
Kebakaran di Pringsewu Lampung terjadi di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (22/9/2022) pagi. Petugas Damkar BPBD Pringsewu tengah berjibaku memadamkan api. 

Oleh karena itu, ia mengimbau supaya masyarakat mewaspadai kebakaran.

"Rata-rata rumah atau tempat tinggal yang kebakaran banyak disebabkan karena arus pendek listrik," ujar Agus mewakili Kepala BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas, Minggu (5/12/2021).

Ditambahkan Agus, kebakaran akibat arus pendek itu karena tidak standarnya jaringan kabel yang digunakan.

Tidak hanya itu, untuk antisipasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu telah memberi pelatihan terkait penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) guna mengantisipasi kebakaran.

Di antara pelatihan itu diberikan kepada pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu.

Agus mengatakan, penggunaan APAR merupakan sebuah keterampilan dan pengetahuan.

"Setidaknya setiap individu yang bekerja di lingkup perkantoran  maupun di lapangan wajib memiliki pengetahuan terkait cara menghadapi bahaya kebakaran dan menanggulanginya dengan menggunakan APAR," kata Agus.

Ditambahkan Agus, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, pengelola dan pemilik Gedung wajib menyediakan Sistem Proteksi Kebakaran Aktif secara lengkap.

Terdiri atas sistem pendekteksian kebakaran baik manual maupun otomatis. Seperti Sistem Pemadam Kebakaran Berbasis Air seperti  Springkler.

Kemudian Pipa Tegak dan Selang Kebakaran. Serta Sistem Pemadam Kebakaran Berbasis Bahan Kimia seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Pemadam Khusus.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pringsewu Edi Sumber Pamungkas mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan alat pemadam kebakaran di gedung OPD di lingkungan Pemkab Pringsewu.

Menurutnya, itu sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Pringsewu Nomor 16 Tahun 2013 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran dan Peraturan Bupati Pringsewu Nomor 47 Tahun 2019 tentang Peninjauan Kembali Tarif Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran.

Pemilik alat Pemadam Kebakaran termasuk APAR juga memiliki kewajiban membayarkan retribusi daerah atas jasa pengecekan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim maupun Satgas Damkar Kabupaten Pringsewu.

Berharap Pekon Bentuk Destana

Dalam mengantisipasi bencana di Kabupaten Pringsewu, BPBD Pringsewu juga memberikan pelatihan tanggap bencana secara lokal desa.

Pelatihan tersebut bekerjasama dengan Tagana (Taruna Siaga Bencana).

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas SDM pemerintah pekon dan unsur pemuda.

Supaya meningkatkan pemahaman kesiapsiagaan mengahdapi bencana. Mengingat bencana bisa terjadi kapan saja.

Terutama pemahaman mengenai proteksi dini kebakaran gedung dan bangunan.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Pringsewu Agus Purnomo mengatakan, terkait pemahaman Desa Tangguh Bencana juga diberikan pada pelatihan itu.

Agus juga memperkenalkan Aplikasi InaRISK Personal, merupakan aplikasi yang berisikan informasi tingkat bahaya suatu wilayah.

Aplikasi itu dilengkapi dengan rekomendasi aksi untuk melakukan antisipasinya secara partisipatif.

Dia berharap pemerintah pekon dengan kemampuan yang ada segera membentuk Kepengurusan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan dengan didukung Dana Desa.

(Tribunlampung.co.id/ Riana Mita Ristanti/Robertus Didik Budiawan)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved