Berita Lampung

Jaksa Tuntut Oknum ASN Lampung Barat 8 Bulan Penjara Kasus KDRT, Kuasa Hukum Korban Lapor Kejagung

Korban KDRT di Lampung Barat keberatan tuntutan yang diberikan jaksa 8 bulan yang dianggap terlalu ringan dan akan lapor ke Kejagung.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Hilda Rina selaku kuasa hukum NMS jelaskan tuntutan ke AD, oknum ASN Lampung Barat tentang tindak KDRT dinilai terlalu ringan dan selanjutnya kirim surat ke Kejagung. 

Zenerico mengatakan bahwa faktor utama terkait tuntutan 8 bulan tersebut ialah karena terdakwa dan korban masih terikat dalam hubungan pernikahan.

“Berdasarkan hasil dari JPU saat persidangan, ada beberapa faktor penyebab mengapa terdakwa mendapat tuntutan 8 bulan,” kata dia.

“Diketahui bahwa terdakwa dan korban saat ini masih terikat dalam pernikahan,” pungkasnya.

Selain itu Zenerico juga mengatakan bahwa terdakwa telah memohon permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban.

Terdakwa meminta permohonan maaf ke korban dengan harapan bisa mempertahankan hubungan pernikahan mereka.

“Terdakwa juga diketahui sudah meminta maaf kepada korban dan keluarga korban saat persidangan,” kata Zenerico.

“Harapannya dengan permohonan maaf tersebut hubungan pernikahan mereka masih bisa dipertahankan,” tambahnya.

Diketahui juga bahwa saksi korban, Syaiful yang merupakan saudara kandung dari korban telah memaafkan terdakwa.

Berdasarkan keterangan, hal itu dilakukannya dengan sumpah untuk memaafkan terdakwa di depan persidangan.

“Korban dan saksi Syaiful yang juga merupakan saudara kandung korban, di depan persidangan dalam keterangan di bawah sumpah juga telah memaafkan terdakwa,” kata Zenerico.

“Mereka juga mengharapkan terdakwa agar bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Korban Beri Maaf tapi Hukum Tetap Berlanjut

Di lain sisi, Kuasa Hukum Korban Hilda Rina mengatakan bahwa pihak korban memang memaafkan terdakwa, tetapi tidak untuk proses hukumnya.

Selain itu Hilda juga mengatakan bahwa terdakwa meminta maaf bukan inisiatifnya sendiri, namun karena permintaan hakim.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved