Lifestyle

Milenial Lampung Annisa Safira Fitri Raup Cuan Puluhan Juta dari Buak Tat Khas Lampung

Annisa Safira Fitri di usia yang terbilang muda, dia sukses meraih omset mencapai Rp 20 juta lebih perbulan dari berjualan tat khas Lampung.

Dokumentasi
Annisa Safira Safitri memegang Buak Tat. Milenial Lampung Annisa Safira Fitri raup cuan puluhan juta dari Buak Tat Khas Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Tak sedikit  orang bisa menghasilkan cuan dari bisnis yang ditekuni meskipun hanya berkutat dari rumah saja, seperti halnya milenial Lampung Annisa Safira Fitri.

Annisa Safira Fitri di usia yang terbilang muda, dia sukses meraih omset mencapai Rp 20 juta lebih perbulan dari berjualan tat khas Lampung dengan merek Buak Tat.

Diakui Annisa Safira Fitri, kecintaannya di dunia usaha lantaran dirinya memang tak ada niatan kerja kantoran setelah lulus dari bangku kuliah medio 2020 lalu.

"Nisa lulus kuliah pertengahan 2020 lalu, kok nggak pengen ya cari-cari kerja gitu, pengennya punya usaha aja," ungkap Nisa, sapaan akrab Annisa ini, mengawali cerita, Jumat (23/9/2022).

Belajar dari Ibunda yang memiliki resep warisan pembuatan tat, kue khas Krui, Lampung, akhirnya Nisa memberanikan diri untuk melakukan produksi dan memasarkannya secara luas.

Terlebih, kue tat ini menurut Nisa bisa ditemukan hanya saat acara adat, sehingga sangat potensial untuk dihadirkan dan dinikmati sewaktu-waktu bagi penyukanya tanpa harus menunggu acara adat.

"Ibu suka buat-buat saja untuk konsumsi sendiri karena ayah suka, jadi terfikir untuk dijadikan bisnis bareng ibu," papar gadis berhijab ini. 

Sang Ibunda sudah mengawali berjualan tat ini saat dirinya masih duduk di bangku kuliah.

Hingga kemudian dikembangkan lebih luas lagi pangsa pasarnya oleh Nisa.

"Apalagi Nisa harus berjuang sepeninggalan ayah, untuk mandiri dan bisa usaha," ujar buah hati pasangan Repsodi Budiman (alm) dan Metty Krianty ini.

Perjalanan anak sulung dari tiga bersaudara ini dalam menekuni bisnis juga tak semudah seperti yang orang bayangkan saat ini. 

Ada proses panjang yang harus dilaluinya agar produk olahannya ini bisa lebih diterima, seperti pengurusan PIRT hingga label halal.

"Ngurus proses-proses perijinan dan label halal bukan hal mudah, buruh diperjuangkan dengan ketekunan," bebernya.

Namun jiwanya yang pantang menyerah membuatnya bisa mendapatkan semua perijinan termasuk label halal dan terus berproses menjadi sukses seperti saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved