Breaking News:

Berita Lampung

Tawarkan Pinjaman Uang Berkedok Koperasi, Dua Pelaku Peras Warga Lampung Tengah

Tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah berhasil menangkap dua pelaku diduga melakukan pemerasan disertai pengancaman dengan modus koperasi.

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Polres Lampung Tengah
Tekab 308 amankan barang bukti dari 2 pelaku. Tawarkan pinjaman uang berkedok koperasi, dua pelaku peras Warga Lampung Tengah. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Tim Tekab 308 Presisi jajaran Polsek Seputih Surabaya, Polres Lampung Tengah, Polda Lampung berhasil menangkap dua pelaku diduga melakukan pemerasan disertai pengancaman dengan modus koperasi simpan pinjam pada senin (19/9/22) sekira pukul 15.30 Wib lalu.

Adapun dua pelaku pemerasan dan pengancaman dengan modus koperasi yakni inisial OY Als Reno (34) warga Kampung Kayu Langit, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Kemudian dan HO Als Aji (30) warga Kampung Kota Negara Ilir Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara.

Para pelaku berhasil diamankan saat sedang berada di salah satu rumah warga di Kampung Gaya Baru III, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.

Kapolsek Seputih Surabaya Iptu Y. Budi Santoso mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya membenarkan penangkapan tersebut.

Baca juga: Truk Bermuatan Sembako Terperosok di Jalinbar Pringsewu, Arus Lalu Lintas Tersendat 

Baca juga: LPHPA Provinsi Lampung Sayangkan Oknum ASN KRDT di Lampung Barat Dituntut 8 Bulan

Ia mengatakan, para pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Seputih Surabaya untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut," kata Kapolsek saat dikonfirmasi (24/9/22).

Kapolsek menjelaskan, kedua pelaku ditangkap petugas atas laporan 3 korban yaitu Mujiati warga Kampung Kenanga Sari, Iwan warga Kampung Gaya Baru III serta Sani warga Kampung Gaya Baru V, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah pada kamis (16/9/22).

Modus para pelaku, sambung Iptu Y. Budi Santoso, dengan cara door to door ke rumah warga sekitar pada awal bulan September 2022 lalu.

"Para pelaku menawarkan pinjaman uang berkedok koperasi simpan pinjam untuk lebih meyakinkan korbannya," kata Iptu Y. Budi Santoso.

Kapolsek menjelaskan, setelah korban percaya dan meminjam uang kepada pelaku dalam jangka waktu dan bunga yang telah disepakati, para pelaku memeras korban dengan alasan pembayaran angsuran.

"Pelaku melakukan tindak pemerasan kepada korban dengan cara menagih angsuran dengan tidak wajar," katanya.

Menurut keterangan korban, lanjut Kapolsek Seputih Surabaya, saat pelaku hendak menagih angsuran kepada para korbannya, kerap disertai dengan ancaman kekerasan apabila korban belum bisa membayar angsuran. 

"Bahkan pelaku tidak segan untuk mengambil paksa sepeda motor milik korban sebagai jaminan," katanya.

Ia mengatakan, para pelaku juga kerap memberikan ancaman verbal disertai ancaman menggunakan senjata tajam kepada korban saat meminta dana angsuran pinjaman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved