Berita Lampung

Update Kasus Suap Rektor Unila, Pengacara Sebut Berkas Andi Desfiandi Segera Dilimpahkan

Kasus dugaan suap rektor Unila Karomani berlanjut. Pengacara tersangka Andi Desfiandi menyebut berkas perkara kliennya segera dilimpahkan.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Gustina Asmara
Tangkapan Layar Instagram KPK @official.kpk
Mantan Rektor Unila Prof Karomani (kiri), bersama dengan mantan Ketua Senat Unila M Basri (kanan) dan pihak swasta Andi Desfiandi (tengah) saat akan dihadirkan dalam konferensi pers beberapa waktu lalu di Gedung Merah Putih KPK. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penasihat hukum tersangka kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa di Universitas Lampung, Resmen Kadapi, mengatakan, berkas perkara kliennya Andi Desfiandi segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Bakal ada pelimpahan berkas Andi Desfiandi dalam waktu dekat ini. Jadi pelimpahan dari jaksa KPK kepada pengadilan," kata Penasihat Hukum Andi Desfiandi, Resmen Kadapi, Minggu (25/9/2022).

Setelah itu, kata dia, tinggal dilihat pihak-pihak yang akan diperiksa. Saat ini, tim hukum sedang melihat perkembangan kasus ini.

Untuk diketahui, Andi Desfiandi diduga selaku penyuap mantan Rektor Unila Prof Karomani.

Ia diduga menyerahkan sejumlah uang kepada Karomani agar anggota keluarganya lolos masuk Fakultas Kedokteran Unila.

Baca juga: KPK Periksa 10 Saksi, Salah Satunya Enung Juhartini Istri eks Rektor Unila Karomani

Baca juga: Kasus Dugaan Suap di Unila, KPK Sebut Karomani Punya Orang Kepercayaan

Sementara Karomani diduga menerima suap sebesar Rp 5 miliar dari para orangtua mahasiswa. Aliran uang itu diduga diterimanya dari sejumlah orang.  

Lebih lanjut Kadapi mengatakan, untuk kliennya Karomani, pihaknya menyarankan agar dia menyebutkan semua nama yang menitipkan untuk masuk ke Unila.

Kadapi selain jadi pengacara Andi, ia juga menjadi pengacara Karomani. Menurut Kadapi, apa yang disampaikan Karomani ini sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan.

Sementara sebelumnya, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, KPK akan segera menetapkan tersangka baru dalam kasus ini. Pemberi suap juga akan ditetapkan sebagai tersangka.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila.

Keempatnya yakni, Rektor Unila Prof Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, serta swasta, Andi Desfiandi.

Karomani, Heryandi, dan Basri, saat ini sudah dicopot dari jabatannya masing-masing.

Karomani dkk diduga menerima suap hingga Rp 5 miliar dari orang tua mahasiswa yang diluluskan via jalur mandiri. Penerimaan uang itu dilakukan Karomani melalui sejumlah pihak.

Rinciannya, diterima dari Mualimin selaku dosen yang diminta mengumpulkan uang oleh Karomani senilai Rp 603 juta. Rp 575 juta di antaranya sudah digunakan untuk keperluan pribadi Karomani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved