Berita Lampung

Cerita Guru di Bandar Lampung Bikin Buku Pendidikan Antikorupsi, Awalnya hanya Buat Modul

Buku Pendidikan Antikorupsi itu kini dijadikan acuan untuk materi muatan lokal (mulok) terkait pendidikan antikorupsi di Lampung hingga Manado.

Dokumentasi
Sembilan guru di Bandar Lampung bikin buku Pendidikan Antikorupsi Jenjang SMP pertama di Indonesia. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sembilan orang tenaga pendidik berlatarbelakang guru Mata Pelajaran PPKn, kepala sekolah, dan pengawas di Bandar Lampung melahirkan Buku Pendidikan Antikorupsi pertama di Indonesia untuk jenjang SMP.

Buku Pendidikan Antikorupsi itu kini dijadikan acuan untuk materi muatan lokal (mulok) terkait pendidikan antikorupsi di Lampung hingga Manado.

Salah satu penulis Buku Pendidikan Antikorupsi, Eliya Sevawati menceritakan, awalnya guru PPKn ditunjuk untuk membuat modul sisipan pendidikan antikorupsi setelah terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 tahun 2020.

"Jadi pendidikan antikorupsi itu mau disisipkan di mata pelajaran PPKn, tapi kemudian berdasarkan Pergub Nomor 46 tahun 2020, pendidikan antikorupsi dijadikan sebagai muatan lokal," jelas guru PPKn di SMPN 13 Bandar Lampung ini,  Senin (26/9/2022) sore.

Baik itu di jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Kemudian ada turunan pergub-nya, yakni Perwali Nomor 21 tahun 2020 tentang Pendidikan Antikorupsi.

Baca juga: Dilaporkan Hotman Paris, Pihak Pemkot Bandar Lampung Akui Belum Bayar Gaji PPPK Guru

Baca juga: Sebanyak 3.116 Tenaga Kerja di Lampung Timur Akan Terima BSU

Lalu lahir Perwali baru Nomor 32 tahun 2020 tentang Pendidikan Antikorupsi dijadikan sebagai Muatan Lokal Wajib di Tingkat SD dan SMP, tidak hanya jadi materi sisipan.

"Awalnya kami hanya buat modul untuk materi sisipan, ternyata selanjutnya diminta membuat kerangka kurikulum mata pelajaran pendidikan antikorupsi," beber Guru Berdedikasi tahun 2019 dari Kemendikbudristek.

Materinya sendiri berpatokan dengan nilai-nilai pendidikan antikorupsi. Dimana menekankan 9 nilai yakni terkait jujur, disiplin, tanggungjawab, sederhana, kerja keras, mandiri, adil, peduli, dan berani.

"Per jenjang disesuaikan tingkatannya, kalau kelas 7 masih di pemahamannya, setelah itu naik levelnya dan di kelas 9 lebih ke implementasinya. Namun semua berkaitan dengan 9 nilai tadi," beber perempuan berhijab ini.

Dalam proses pembuatan buku diakuinya tidak ada kesulitan berarti. Bahkan isinya menyesuaikan dengan kondisi terupdate saat buku dibuat.

"Kami tim punya dasar karena semua berlatarbelakang dari guru PPKn, artinya nilai-nilai pendidikan antikorupsi bukan hal yang asing bagi kami," kata guru yang sudah mengajar selama 17 tahunan itu.

Goal yang diharapkan dari muatan lokal ini menurutnya adalah untuk menciptakan generasi yang antikorupsi.

"Pemerintah berharap anak-anak sejak kecil sudah tahu nilai-nilai yang harus dimiliki untuk terhindar dari perbuatan melanggar hukum termasuk korupsi," ujarnya yang juga kerap menulis artikel terkait pendidikan.

"Harapannya ketika mereka sudah dewasa mereka tidak melakukan tindakan melanggar hukum termasuk korupsi," sambung dia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved