Berita Terkini Nasional

Fakta Rumor Kudeta Presiden Xi Jinping, China Batalkan 9.000 Penerbangan

Xi Jinping diketahui belum pernah menampakkan diri ke depan publik sejak 16 September 2022 usai menghadiri KTT di Uzbekistan.

Instagram
Presiden China, Xi Jinping dikabarkan dikudeta dan menjadi tahanan rumah beredar di media sosial dan menjadi trending. 

Seperti diketahui Xi Jinping baru saja pulang dari Uzbekisthan pada 16 September lalu menghadiri KTT di negara itu bersama Presiden Rusis Vladimir Putin.

China batalkan ribuan penerbangan

Di tengah spekulasi tentang Presiden China Xi Jinping yang dikudeta dan berada di bawah tahanan rumah, Beijing telah membatalkan lebih dari 9.000 penerbangan di seluruh negeri.

Baca juga: Nikita Mirzani Tantang Najwa Shihab Lapor Polisi meski Sindirannya Tak Pernah Digubris

Baca juga: Chika Jessica Tak Lagi Berhasrat untuk Menikah Gegara Faktor Usia

Pembatalan penerbangan dilakukan karena alasan yang tidak diketahui.

Lebih dari 9.000 penerbangan telah dibatalkan secara nasional pada pukul 22.35, Rabu 21 September 2022 waktu setempat, terhitung 59,66 persen dari total perjalanan terjadwal hari itu, lapor China.com.

Diketahui, banyak cuitan di Twitter yang menunjukkan bahwa Xi Jinping telah ditempatkan di bawah tahanan rumah setelah senior Partai Komunis China mencopotnya sebagai kepala Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Ada laporan yang belum dikonfirmasi di media sosial bahwa Xi Jinping ditahan di bandara setelah dia kembali dari KTT SCO dan rumor mengatakan bahwa dia saat ini berada di bawah tahanan rumah di rumah Zhongnanhai.

The Epoch Times menyatakan, Bandara Internasional Ibu Kota Beijing membatalkan 622 penerbangan, yang menyebabkan harga pembatalan 60 persen.

Selain itu, 652 penerbangan telah dibatalkan di Bandara Internasional Pudong Shanghai, dengan harga pembatalan 54 pc.

Demikian pula, 542 penerbangan di Bandara Baoan Shenzhen telah dibatalkan, terhitung 51 persen dari total penerbangan, seperti dilansir One India.

“Tiga bandara China, yakni Guiyang Longdongbao, Lhasa Gongga, dan Chengdu Tianfu memiliki tingkat pembatalan yang tinggi di provinsi Barat."

 "Guiyang Longdongbao memiliki 539 penerbangan yang dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 99 persen. Sedangkan di Lhasa Gongga 157 penerbangan dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 98 persen," menurut laporan media lokal.

Demikian pula, 752 penerbangan dibatalkan di bandara Chengdu Tianfu, dengan tingkat pembatalan 87 persen.

Pembatalan serupa juga terlihat di bandara lain di China.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved