Aksi Dosen Mahasiswa di Bandar Lampung

Breaking News Perguruan Tinggi Swasta Lampung Unjuk Rasa di DPRD, Tuntut Bubarkan LAM PT

Sekitar 1.100 orang terdiri dosen dan mahasiswa untuk rasa terkait kebijakan LAM PT dan kebijakan mahasiswa baru jalur mandiri.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Massa dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) gelar unjuk rasa di DPRD Lampung minta dibubarkannya LAM PT, Selasa (27/9/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) terdiri gabungan dosen dan mahasiswa gelar unjuk rasa di DPRD Lampung, Selasa (27/9/2022).

Dalam unjuk rasa di DPRD Lampung masa dari gabungan dosen dan mahasiswa menuntut pembubaran Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM PT).  

Tuntutan lain saat unjuk rasa oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di DPRD Lampung minta pembubaran jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN).

Unjuk rasa tersebut diikuti sekitar 1.100 dosen dan mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi Aptisi Lampung Muprhihan Thaib menjelaskan bahwa LAM PT agar dikembalikan lagi ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Baca juga: Universitas Saburai adakan Seminar PKKM gandeng Bank Indonesia

Baca juga: Pria di Lampung Tengah Ditangkap Polisi karena Kedapatan Miliki Narkotika dan Senpi Rakitan

Semula LAM PT adalah BAN PT, pihak yang miliki wewenang terhadap perguruan tinggi.

Perubahan Lam PT dari BAN PT juga diimbangi dengan kebijakan dan peraturan dan itu dinilai Aptisi tidak berpihak ke perguruan tinggi.

"Lalu bubarkan jalur mandiri PTN, bubarkan uji kompetensi oleh komite dan juga tunda pembahasan RUU Sisdiknas," tambah Muprhihan.

"Jadi dalam aksi ini ada dosen dan mahasiswa, dari Kotabumi, ada yang dari Pringsewu hingga dari Metro yang juga datang ke kantor DPRD Provinsi Lampung," kata Muprhihan.

Lantas menurut Muprhihan Thaib yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IIB Darmajaya ini kebijakan pemerintah pusat tidak berpihak kepada kampus swasta.

Dalam unjuk rasa ini ada 65 perwakilan kampus swasta yang tergabung di Aptisi Lampung.

Aptisi Lampung meminta kepada pemerintah yakni Kemendikbudristek untuk mengeluarkan akreditasi otomatis kampus.

Baca juga: Inspektorat Pesisir Barat Lampung Lacak Keberadaan Rekanan Rugikan Negara Rp 15 Miliar

Baca juga: Masuk Pemilih Pemula, 183 Pelajar SMKN 1 Tanjung Raya Mesuji Lakukan Perekaman e-KTP

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua 1 Aptisi Lampung Abdul Aziz pada unjuk rasa di DPRD Provinsi Lampung.

Dijelaskannya bahwa LAM PT lebih berorientasi bisnis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved