Berita Lampung

Dinas PPPA Metro Gelar Sosialisasi Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

PPPA Metro menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Kelurahan Ganjar Agung, Selasa (27/9/2022).

Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Sosialisasi Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Aula Kelurahan Ganjar Agung Metro.  

Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Metro menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Kelurahan Ganjar Agung, Selasa (27/9/2022).

Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan sebagai bentuk tindakan dalam menciptakan Kelurahan ramah perempuan dan peduli anak di Metro.

Kepala Dinas PPPA Metro, Prayetno mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Metro.

"Salah satu upayanya seperti sosialisasi hari ini, jadi setidaknya bisa tersampaikan kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak itu seperti apa," ujar Kadis PPPA Metro tersebut.

Prayetno menambahkan, sosialisasi tersebut juga sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam menguatkan Kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak di Kota Metro.

Baca juga: DPRD Lampung Tindaklanjuti Tuntutan Aptisi ke Pemerintah Pusat

Baca juga: Kejati Panggil Semua KUPT DLH Bandar Lampung Terkait Dugaan Korupsi Retribusi Sampah

"Kelurahan Ganjar Agung ini dipilih sebagai Kelurahan ramah perempuan dan peduli anak yang beberapa waktu dicanangkan oleh Wali Kota Metro," kata dia.

"Jadi sesuai dengan SK Gubernur Lampung Nomor: G/259/V.08/HK/2022 Kelurahan Ganjar Agung terpilih menjadi Wilayah Model Kelurahan ramah perempuan dan peduli anak," tambahnya.

Dia mengungkapkan, untuk tahun 2023 nanti akan dilakukan di kelurahan lain yang ada di Kota Metro.

"Untuk tahun 2023 Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat," ungkapnya.

Dengan adanya Kelurahan ramah perempuan dan peduli anak ini, Prayetno mengatakan bertujuan agar tidak adanya kekerasan terhadap anak dan perempuan di kelurahan tersebut.

"Diharapkan dari adanya kelurahan ramah perempuan dan peduli anak ini dapat memunculkan sinergitas antara masyarakat dengan stakeholder yang ada di Metro sehingga dalam proses perencanaannya suara perempuan dan anak itu harus diikutsertakan," bebernya.

Upaya pencegahan terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak tersebut dikatakan Prayetno perlu dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak lain.

"Untuk upaya pencegahan sendiri kami lakukan sosialisasi, jadi bekerja sama seperti dengan polres, kejaksaan, dan lintas sektor terkait," ujar Prayetno.

Berdasarkan data yang dipaparkan Prayetno, sampai saat ini data kekerasan pada perempuan dan anak di Metro belum bertambah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved