Berita Lampung

Ibu PKK Desa Suak Lampung Selatan Ubah Pisang Jadi Tepung Terigu Bebas Gluten

Para ibu PKK Desa Suak, Lampung Selatan mengubah pisang menjadi tepung terigu yang tidak mengandung gluten.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Tim PKK Desa Suak, Sidomulyo, Lampung Selatan menghasilkan produk inovatif berupa tepung terigu dari pisang. Tepung terigu ini tidak mengandung gluten. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Para ibu PKK di Desa Suak, Sidomulyo, Lampung Selatan membuat produk inovatif dengan merubah pisang menjadi tepung terigu.

Tepung terigu dari pisang ini bebas gluten.

Sekretaris PKK Desa Suak Iis Nurmayanti (31) mengatakan, ide membuat tepun terigu dari pisang ini karena di desanya banyak pisang.

Apalagi, saat ini harga tepung terigu terus mengalami kenaikan harga.

“Saya kebetulan hobi membuat makanan, sudah banyak jenis makanan saya buat dengan bahan pisang. Lalu terpikir mengapat pisang tidak diolah menjadi tepun,” kata Iis, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Polres Lampung Selatan Masih Selidiki Penyebab Kematian Wanita di Pantai Karet Kalianda

Baca juga: Kemunculan 2 Ekor Beruang di Perkebunan Karet Gegerkan Warga Abung Kunang Lampung Utara

Menurutnya, dalam proses pembuatan tepung terigu dari pisang dirinya dibantu oleh mahasiswa Polinela (Politeknik Negeri Lampung) yang bersedia mengajarkan dirinya tentang proses pengolahan pisang menjadi tepung.

Iis menyebut, tepung terigu dari pisang yang dihasilkan kelompok PKK di Desa Suak menjadi bahan membuat brownies, banana brownies, cookies, dan beberapa jenis makanan lainnnya.

“Kami melihat peluang untuk tepung terigu dari pisang ini terbuka lebar, apalagi di Desa Suak juga banyak ditemukan pisang,” ujar Iis.

Iis menyebut, dari hasil penelusuran di internet didapati tepung dari pisang non gluten. Sehingga bagus untuk penderita diabetes dan masyarakat yang ingin diet.

Disebutkan Iis, proses pembuatan tepun terigu dari pisang cukup sederhana.

Pertama pisang dikupas, lalu dipotong kecil-kecil, lalu dijemur hingga kering.

Lalu, potongan pisang yang sudah kering digiling hingga menjadi tepung.

Baca juga: Tingkatkan Penjualan UMKM Binaan, Rumah BUMN Bandar Lampung Gelar Pelatihan Desain Kemasan

Baca juga: Wisata Teropong Kota di Lampung Selatan Akan Direvitalisasi Paling Lambat Akhir 2022

Iis mengatakan, tepung terigu dari pisang yang dihasilkan PKK Suak sudah mendapatkan pesanan dari Paluma Nusantara di Yogyakarta sejumlah 50 kilogram.

"Per kilogram kami jual dengan harga Rp35 ribu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved