Berita Lampung

Polres Tulangbawang Barat Ajak Anak Jangan Ragu Melapor Jika Alami Kekerasan

Dengan bekal pemahaman hukum, anak yang menjadi korban kekerasan tidak ragu untuk melapor ke pihak berwajib.

Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Humas Polres Tubaba
Anggota Sat Binmas Polres Tubaba saat melakukan penyuluhan dan penerangan hukum pencegahan dini kekerasan terhadap anak di Pondok Pesantren MA. Darul Ulum Ansyor Kecamatan Tulangbawang Tengah. Polres Tulangbawang Barat ajak anak jangan ragu melapor jika alami kekerasan. 

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang Barat - Pengenalan dan pemahaman hukum terkait tindak pidana kekerasan terhadap anak perlu dipahami sejak dini.

Seperti kekerasan pada anak berupa fisik, psikis, seksual, hingga kekerasan dan penelantaran ekonomi.

Hal itu disampaikan Kasat Binmas AKP Aladin Efendi mewakili Kapolres Tulangbawang Barat, AKBP Sunhot P. Silalahi, Selasa (27/9/2022).

Maka dari itu, guna memberikan pemahaman sejak dini, pihaknya kini melakukan penyuluhan dan penerangan hukum pencegahan dini kekerasan terhadap anak.

Dengan menyasar ke sejumlah sekolah dan pondok pesantren, salah satunya di Pondok Pesantren MA. Darul Ulum Ansyor Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Baca juga: Dua Warga Lampung Selatan Dikabarkan Hilang saat Memancing di Laut Canti

Baca juga: Mobil Honda Brio Tabrak Pagar Rumah di Jalan Rasuna Said, Pengemudi Kabur Tinggalkan Mobil

"Sejumlah sekolah, khususnya Pondok Pesantren MA. Darul Ulum Ansyor ini menjadi salah satu lokasi kami melakukan penyuluhan pencegahan dini kekerasan terhadap anak," terangnya.

Menurutnya, dengan bekal pemahaman hukum, anak yang menjadi korban kekerasan tidak ragu untuk melapor ke pihak berwajib.

"Dengan adanya pemahaman yang didapat dari penyuluhan ini, diharapkan menjadi bekal agar anak yang mendapatkan kekerasan tidak ragu untuk melapor," ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan, setiap orang yang dikatakan anak di bawah umur terhitung sebelum usianya mencapai 18 tahun. 

"Usia anak terhitung mencapai batas 18 tahun, jadi jika belum mencapai umur itu, seseorang masih dikategorikan anak di bawah umur," ungkapnya.

Sehingga bilamana terjadi kekerasan terhadap anak, pelaku dapat dipidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

"Pidana maksimal 15 tahun penjara menanti terhadap pelaku kekerasan pada anak," ujarnya.

Kasat juga mengajak kepada segenap pihak, untuk bersama-sama ikut serta melindungi hak-hak pada anak.

Apalagi, Hak asasi ini wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved