Berita Lampung

Dua Siswa SMA Kebangsaan Lampung Selatan Lakukan Pemukulan ke Adik Tingkat Kini Jalani Skorsing

Seorang siswa SMA Kebangsaan Lampung Selatan dipukul oleh kakak tingkat karena menjatuhkan bass drum saat latihan marching band.

Tribunlampung.cp.id/Dominius Desmantri Barus
SMA Kebangsaan Lampung Selatan, ada masa seorang siswanya dipukul oleh dua kakak tingkatnya karena menjatuhkan bass drum saat latihan marching band, kini kedua kakak tingkat dapatkan skorsing. 

Lalu dua orang kakak kelas yang diduga melakukan pemukulan terhadap korban berinisial F (17) dan R (17) kelas 12 (Kelas 3 SMA) di SMA Kebangsaan.

Dalam video tersebut, AN terbaring di tempat tidur rumah sakit sembari mengingat dan menceritakan kembali kejadian yang dialaminya

"Bas drumnya kan licin lalu bas drumnya jatoh, trus saya dipanggil sama abang-abang kelas 12," kata AN dalam video berdurasi 2 menit 50 detik tersebut

Selanjutnya korban alami pemukulan.

"Trus saya disuruh push up, nggak lama ada yang suruh nge plank, trus disuruh pushp up lagi, trus saya diajak ke gudang tempat alat-alat marching band itu, disuruh bersihin ruangan itu," ungkapnya.

Korban pun memberesi ruangan itu namun tetap menerima pukulan hingga membuatnya menangis.

"Lalu ada kakak kelas 12 itu nyamperin saya mukul sambil bilang nggak usah cengeng," tuturnya.

Pihak Sekolah Akui Siswanya Lakukan Pemukulan

Wempi mengakui ada pemukulan terhadap korban.

"Ya kami sudah meminta keterangan dari keduanya, korban maupun kakak tingkatnya, memang ada pemukulan terhadap korban, pukulan di pipi, pukulan di dada, dan ada keluar kata jangan lemah," katanya.

"Ya karena masalahnya adek tingkatnya ini merusak bas drum, trus ada semacam peneguranlah kepada adek tingkatnya ini yang berujung pemukulan," ujarnya

Wempi mengatakan pihaknya sudah melakukan berita acara pemeriksan (BAP) terhadap kedua kakak tingkatnya yang diduga melalukan pemukulan terhadap korban

"Kita sudah melakukan sidang etik terhadap kedua kakak kelas korban yang diduga melalukan pemukulan, dan mereka dinyatakan bersalah, mereka mengakui perbuatannya, jadi baik korban maupun kakak tingkatnya sudah sama-sama mengetahui kesalahannya," katanya.

"Keputusan yang kita berikan terhadap kedua kakak tingkat korban, karena kita melihat kejadian ini sebagai pelanggaran berat namun masih bisa ditolerin, keduanya kita beri sanksi atau skorsing belajar di rumah selama 3 bulan," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved