Lifestyle

Cerita Ingrid Veranty Kelola Omah Jowo Bareng Suami Bermodal Minus

Bersama sang suami Chrisseto Suryo Sidharto, Ingrid Veranty Latuconsina kemudian merintis Omah Jowo bahkan bermodal minus saat itu di tahun 2017.

Dokumentasi
Ingrid Veranty Latuconsina bersama suami dan anak. Cerita Ingrid Veranty kelola Omah Jowo bareng suami bermodal minus. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Meninggalkan karir cemerlang di Yogyakarta lalu memilih ikut suami pulang kampung menekuni sesuatu yang baru dan jauh berbeda tentu bukan hal mudah.

Pilihan itu diambil Ingrid Veranty Latuconsina (40), lantaran papa mertua meminta untuk tinggal di Lampung saja. 

Bersama sang suami Chrisseto Suryo Sidharto, Ingrid kemudian merintis Omah Jowo bahkan bermodal minus saat itu di tahun 2017.

"Kalau orang mulai dari nol, kami mulai dari minus. Tanpa keahlian memasak juga," beber Ibu satu anak ini mengawali cerita, Jumat (30/9/2022) petang.

"Bahkan bisa dibilang terpaksa, karena karir kami sebenarnya di bidang entertainment, beda jauh dengan yang dijalani saat ini," sambung mantan Operational Manager Spa & Wellness Putri Kedaton Group itu.

Baca juga: Hari Batik Nasional, Milenial Lampung Sutjiati Kelanaritma Narendra: Ada Cinta di Tiap Karya

Baca juga: Hari Batik Nasional Momen untuk Menumbuhkan Kesadaran

Saat berproses di titik awal, Inge, sapaan akrab Ingrid, bahkan pernah tidak memegang uang sepeserpun dan hanya makan mengandalkan hasil dari kebun dan juga ternak ikan.

"Ini karena ikan yang dipelihara suami ada 30 ribu lebih mati. Entah akibat kurang perhitungan matang terkait cuaca dan faktor lainnya," kata dia.

Hingga yang terfikir adalah bagaimana bisa mengelola sisa ikan yang masih hidup untuk bernilai jual.

"Masih ada gurame, saat itu suami mengajak jualan dan saya jujur nggak bisa masak, belajarnya dari resep Mami saya," sambungnya.

Darah pengusaha kuliner dari sang mami yang punya rumah makan Manado di Yogyakarta rupanya ada juga dalam dirinya.

Kini, Omah Jowo bahkan sudah ada cabang di Enggal yang hanya melayani take away atau dibungkus. 

Tersedia beragam pilihan menu seperti ayam Bali, ayam Kalasan, ayam goreng serundeng, nasi oncom Sunda, hingga lele dendeng.

Sementara bagi yang ingin makan di tempat berada di Jalan Inpres II, Langkapura, Bandar Lampung. Menyajikan suasana yang begitu tenang dan alami.

Bahkan ruang utama yang digunakan untuk menjamu tamu dengan kapasitas maksimal 30 orang itu merupakan bangunan tua sejak 1857 silam. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved