Breaking News:

Berita Lampung

Hakim PN Tanjungkarang Lampung Tolak Eksepsi Aria Lukita, Penasehat Hukum Siapkan Pembelaan

Ahmad Handoko, Penasehat Hukum terdakwa Aria Lukita Budiwan siapkan pembelaan kliennya dalam perkara korupsi jembatan Way Batu Pesisir Barat.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
Ahmada Handoko, Penasehat Hukum Aria Lukita Budiwan (ALB) terdakwa perkara korupsi jembatan Way Batu Pesisir Barat akan siapkan pembelaan kliennya. 

"Jadi kami siap mengikuti jalannya persidangan dan menyiapkan pembelaan untuk persidangan ke depannya," kata Handoko.

Pihaknya juga nanti akan menghadirkan saksi pembanding.

Terkait perhitungan kerugian negara dan juga termasuk saksi ade charge atau meringankan.

Sebelumnya, bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga Kasi Tipidsus dari Kejari Lampung Barat Mart Mahendra Sebayang mengatakan terdakwa didakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999.

Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP

"Perbuatan terdakwa Aria Lukita dilakukan pada 2014 saat Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Lampung Barat membangun dan jembatan Way Batu, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat," kata Mart.

Dan dalam proyek tersebut memiliki anggaran Rp 1,3 miliar dan dengan adanya pekerjaan itu terdakwa ini meminjam CV Empat Sejati milik Suyatmi.

Hal ini tak lain untuk mendapatkan proyek tersebut.

Aria ini mengawasi atau mandor di lapangan tidak pernah melihat rincian anggaran biaya (RAB).

Serta dari gambar kerja, melainkan hanya mengawasi pekerjaan.

Kemudian, lalu Teguh Sulisto selaku konsultan pengawas menemukan adanya capaian pekerjaan peningkatan jembatan Way Batu baru diselesaikan 73,93 persen.

Sebab masih terdapat pekerjaan mobilisasi, pekerjaan tanah, perkeras berbutir, struktur.

Lalu pasangan batu serta bangunan bawah yang belum selesai sehingga terjadi deviasi 26,07 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved